Naudzubillah! Inikah Implementasi Revolusi Mental? Ibu-ibu Senam Setengah Bug*l di Mall Ponorogo

Ponorogo (Headlineislam.com) – Informasi berikut ditulis oleh www.melsa.link :

Bismillah.. Tidak di blur, niatnya bukan mengumbar aurot tapi biar semua sadar bahwa perusakan mental dan akidah sudah ada di sekitar kita dan nyata.

Wanita dan ibu-ibu senam di mall dengan memakai baju tidak layak tuk ruang publik dengan dilihat banyak orang bahkan anak-anak.

Itu bukan di luar negeri, atau katakanlah kota metropolitan di indonesia, tapi ini di Ponorogo! Kota dimana ada salah satu pondok pesantren terbesar di Indonesia Gontor. Kota dimana anda akan merasakan sholat malam di 10 malam terkahir ramadhan layakaknya sholat hari raya di masjid Tegalsari. Kota yang masih banyak pesantren modern.

Kota yang memiliki warisan budaya yang sempat di klaim negara tetangga REOG.. Dimana para sesepuhnya memegang teguh adat kejawen yang terkenal santun.

Bagaimana jika yang jadi tontonan ini adalah ibu kita, atau anak perempuan kita, senengnya dimana? Kemajuan atau kemunduruan?

Mungkin para kyai dan para sepuh ponorogo akan menangis bila melihat ini, atau bahkan mengamuk. Karena Quran dan Sunnah tidak kita peluk dan gigit erat-erat. Maka alasan pembenar kesalahan jadi tameng tuk melancarkan dosa dan melawan Tuhan semesta alam.

"Gak apa-apa pakai celana atau telanjang, yang penting kan gak ganggu orang"
"Ga apa-apa cewek cowok sebebasnya bergaul, yang penting kan niatnya"
"Ga apa-apa jadi orang yang umum saja, karena kita bukan hidup di Arab, tapi di indonesia.

Gak apa-apa..Gak apa-apa..Gak apa-apa.. Tumpukan Gak apa-apa menjadikan seperti ini.

Anak-anak alay yang bebas bergaul. Ibu-ibu yang makin jauh dari taat, dan lelaki yang hobi maksiat.

Sering kita bergidik, ngeri membayangkan dan gak mau semua itu terjadi pada diri kita. Tak sering mulut berucap "Amit amit..naudzubillah minzalik". Namun tak jarang semua hanya sebatas di mulut. Tak ada usaha tuk sebuah keinginan menghindari "amit amit"

Ayo ibu-ibu bapak-bapak, masuklah ke kelompok pengajian. Pengajian umum, NU, Muhammadiyah, PKS, Salafy, HTI, JT, ODOJ, ODOA dan komunitas lainnya, kecuali yang telah ditetapkan sesat.

Karena kelompok-pengajian itulah nyatanya jalan bagi kita memperkuat benteng keimanan tuk keselamatan kita dari bahaya rusaknya moral tuk kita dan anak-anak kini dan nanti.

Juga kepada saudaraku non muslim nan terkasih, bentengi keluarga anda dengan ajaran yang anda yakini, karena saya yakin agama anda pun melarang hal tersebut, apalagi jadi tontonan anak-anak.

Mohon maaf jika ada yg kurang berkenan dg gambarnya. Dari seorang muslim yang ingin selamat juga sangat tidak berkenan dengan acara dan orang-orang seperti ini.

Menanggapi informasi diatas, seorang netizen berkomentar:

"Semoga bukan salah satu implementasi "revolusi mental" karlmark", tulis Kangmas Sarjono.

Keterangan: Dokumentasinya bisa Anda klik disini.

Sumber : Melsa | Editor : Arham | Headlineislam.com

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.