Kedustaan Tafsir Syiah Mengenai Imam Ali Bin Abi Thalib

Oleh: Said Assyaqofy*

Tafsir As-Sa'di
Headlineislam.com – Ikhwatifillah... Perlu diketahui sesungguhnya Syiah memiliki cara tafsir tersendiri dalam menafsirkan Al-Qur’an dan Al Hadits, karena mereka menganggap dan meyakini bahwa yang paling berhak untuk menafsirkan Al-Qur’an ialah para imam-imam mereka yang maksum (terbebas dari dosa dan kesalahan), orang-orang syiah memilki kitab-kitab tersendiri yang mana mereka tidak mengakui para ahli tafsir dan ahli hadits yang bersumber dari ahlus sunnah wal jamaah.

Saya akan membahas sedikit ayat-ayat al-Qur’an yang ditafsirkan oleh orang-orang Syiah tentang keimamahan para imam-imam mereka yang dua belas, yang mana tafsiran mereka tentang al-Qur’an sangat jauh dari kebenaran dan petunjuk para ulama-ulama salafussoleh bahkan apa yang mereka tafsirkan mendekati kepada kesesatan dan kekeliruhan, sehingga umat Islam harus berhati-hati dalam mengambil penafsiran dan makna al-Qur’an dari mereka.

Para pembaca yang dirahmati Allah, penulis akan menjelaskan sedikit ayat-ayat al-Qur’an yang telah mereka tafisirkan melalui lisan-lisan sesat mereka, yang di dalam tafsirnya banyak mengikuti hawa nafsu, di antaranya; Di dalam kitab mereka yang pernah penulis paparkan  ditulisan penulis sebelumnya ialah kitab “ MAZHAB KELIMA” Penerbit Nur Huda, penulis prof. Muhammad Husain T. Menjelaskan tafsir al-Qur’an yang sesat lagi menyesatkan mengenai Imamah dan khilafahan Imam Ali Bin Abi Thalib, di halaman 227-228.

Mereka mengatakan bahwa untuk membuktikan kekhailfahan Ali Bin Abi Thalib, kaum syiah mengandalkan ayat al-Qur’an surah Al-Maidah: 55

“Sesungguhnya wali kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan membayarkan zakat dan rukuk dalam shalat.”

Begitu juga dalam ayat-ayat lain yang mana orang-orang syiah menyelewengkan dan menyesatkan makna yang sebenarnya.

Syiah menafsirkan ayat di atas ditujukan dan diwahyukan mengenai Ali bin Abi Thalib dan kekhilfahannya.

Para pemaca yang dirahmati Allah, sekilas kita melirik dan membuka tafsir-tafsir shalafus sholeh mengenai ayat tersebut tidak sedikitpun menjelaskan tentang keimamahan dan kekhilafahan Ali bin Abi Thalib mereka berdusta atas nama Allah dan Rasul-Nya, menyesatkan manusia dari jalan kebenaran.

Penulis akan sedikit membahas tafsir ayat di atas yang penulis ambil di kitab tasir Ahlus Sunnah wal jamaah, salah satunya tafsir TAISIRUL KARIM AR-RAHMAN FI TAFSIRIL KALAM AL-MANAN jilid 2, yang ditulis oleh ulama besar islam syaikh Abudurrahman bin Nashir as-Sa’di, dalam surat al-Maidah ayat 55 berbunyi; “Sesungguhnya penolong wali kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk kepada Allah, dan barang siapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman sebagai penolongnya, maka pengikut Allahlah yang pasti menang”.

Para pembaca yang dirahmati Allah, setelah kita membaca ayat di atas serta tafsirnya tidak ada sedikitpun ayat tersebut menjelaskan tentang keimamahan Ali bin Abi Thalib serta kekhilfahannya. 

Ayat ini; "Sesungguhnya penolong (wali) Allah hanyalah Allah dan Rasul-Nya" dalam Tafsir As-Sa'di dijelalaskan bahwa; "Perwalian Allah didapat dengan iman dan taqwa. Siapapun yang beriman dan bertaqwa, maka dia adalah wali Allah, siapa yang menjadi wali Allah maka dia adalah wali Rasul-Nya. Barang siapa yang berwala kepada Allah dan rasul-Nya, maka kesempurnaan itu adalah mengangkat siapa yang diangkat oleh keduanya yaitu orang-orang mukmin yang menjunjung imam lahir dan bathin dan mengikhlaskan diri kepada Allah dengan mendirikan shalat lengkap dengan syarat-syaratnya, kewajiban-kewajibannya dan pelengkap-pelengkapnya, mereka juga berbuat baik kepada makhluk dengan membayar zakat harta kepada yang berhak dari mereka.

Dan yang disebutkan dengan waliyullah dalam ayat di atas “hanya saja penolong kamu ialah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang berimanmenunjukkan bahwa perwalian harus dibatasi hanya pada mereka yang disebutkan dan anti atau berlepas dari perwalian kepada selain mereka.

Dari ayat di atas menjelaskan bahwa tafsir ayat tersebut bukan menunjukkan imam Ali bin Abi Thalib serta kekhilafahannya melainkan kewalian Allah dan rasul-Nya kepada orang-orang beriman.

Inilah kelakuan para pendusta agama mereka akan mencari pembenaran bukan kebenaran melalui kitab suci umat Islam sendiri agar umat islam percaya akan kesesatan mereka.
Kebenaran itu datang dari Allah maka jangan jadi orang-orang yang sombong.

*Said Asy-Syaqofi adalah seorang ahli dalam bidang perkembangan Syiah dan berperan aktif di organisasi kemahasiswaan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). [em/headlineislam.com]

Editor: Arham

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.