[Foto] Jabhah Nusrah dan ISIS Latihan Bersama Di Suriah

Aleppo (Headlineislam.com) – Dua kelompok jihadis utama di Suriah, Jabhah Nusrah dan Negara Islam al-Baghdadi (ISIS), dilaporkan sedang melakukan pelatihan perang kota bagi para pejuang masing-masing di sejumlah kamp di Suriah.
Dalam beberapa hari terakhir ini, keduanya merilis video propaganda melalui media sosial berisi aktifitas para pejuang mereka yang sedang berlatih taktik perang kota atau UO (Urban Operation – terminologi Amerika) dan FIBUA (Fighting In Built Up Areas – terminologi Inggris).
Kelompok Negara Islam mengadakan latihan tersebut di sebuah kota yang berada di wilayah kekuasaan mereka, sementara JN berlatih taktik gerilya kota di sebuah lokasi dekat dengan kota yang masih diperebutkan di Aleppo.
Dalam tayangan propaganda itu, terlihat ISIS memamerkan kegiatan latihan pasukan mereka di kota kuno Palmyra yang berada di tengah gurun Homs. Para pejuang loyalis al-Baghdadi itu terlihat sedang berlatih melakukan infiltrasi ke sebuah bagian di dalam kota sebelum kemudian mereka mempraktekkan navigasi secara efektif dalam sebuah model pertempuran. Senjata yang mereka gunakan di antaranya: senapan mesin (Dashaka 12,7 mm), senapan serbu Kalashnikov, dan peluncur granat RPG-7.
Cabang resmi Al-Qaidah, JN, merilis sebuah video dari unit Batalyon Saifullah Syisyani yang sedang melakukan latihan perang kota di dalam gedung-gedung di propinsi Aleppo. Batalyon Saifullah Syisyani ini memiliki banyak anggota yang mayoritas berasal dari Kaukasus dan sejumlah mujahidin lainnya yang berbahasa Rusia. Dinamakan Saifullah Syisyani merujuk kepada seorang komandan militer JN asal Chechnya yang gugur dalam pertempuran di Aleppo di awal tahun 2014.
Dalam tayangan video terlihat komandan baru mereka yang berasal dari Uzbek memberikan briefing kepada para pejuang peserta latihan sebelum praktek teknik “clearing” gedung. Keterangan dwi-bahasa Arab & Rusia juga digunakan untuk menjelaskan penggunaan senapan mesin M240 buatan Amerika (atau FN Mag – versi NATO) yang didapatkan saat JN memerangi kelompok oposisi dukungan Amerika di wilayah tersebut.
Sebelum ini, sejumlah kelompok jihadis juga dilaporkan membuat video propaganda yang sama, di antaranya: Jaisyul Muhajirin wal Anshor dan Katibah Tauhid wal Jihad sebelum keduanya menyatakan bergabung dengan JN. Pada tahun 2014, Jamaah Sabiri pro-ISIS yang memiliki anggota para pejuang asal Dagestan dan Uzbekistan juga merilis video latihan perang kota.
Kamp Latihan Jihadis di Iraq & Suriah

Menurut penelusuran TLWJ, kelompok Daesh atau ISIS mengoperasikan 68 kamp/muaskar (35 di Iraq, 33 di Suriah). JN mengoperasikan 26 kamp di Suriah. Kelompok-kelompok lain yang berafiliasi dengan mereka mengoperasikan 45 kamp (43 di Suriah, 2 di Iraq), di mana 12 di antaranya dikelola oleh para jihadis Kaukasus, 5 kamp oleh kelompok jihadis Uzbek, 3 kamp oleh jihadis Uighur, sementara mujahidin asal Gaza, Maroko, dan Kazakhstan masing-masing menjalankan 1 kamp/muaskar.
Beberapa waktu yang lalu, al-Qaidah menggunakan berbagai fasilitas pelatihan milik mereka untuk melatih para pejuang menghadapi pertempuran dalam sebuah perlawanan lokal, mengidentifikasi dan merekrut pejuang yang potensial untuk misi serangan terhadap kepentingan Barat, serta untuk mendukung kelompok-kelompok jihad lainnya yang menjadi sekutu lokal mereka.

Ketakutan Barat atas ancaman yang timbul dari latihan taktik gerilya kota semacam ini tergambar dalam serangan dahsyat terhadap Charlie Hebdo di Paris di awal tahun ini. Dalam insiden itu, dua orang laki-laki bersenjata diketahui terkait dengan AQAP (Al-Qaidah in Arabian Peninsula) menunjukkan betapa mereka terlatih secara profesional. [em/kiblat/headlineislam.com]
Inilah penampakan latihan bersama pejuang Islam.








Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.