Ini Hasil Mudzakarah Nasional ANNAS 2015



Bandung (Headlineislam.com)Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menggelar mudzakarah nasional di komplek Masjid Al Fajr Jl Cijagra, Bandung pada Ahad (29/11/2015) kemarin. Acara yang terdiri dari seminar dan sidang mudzakarah itu dihadiri oleh 300 ulama, tokoh masyarakat dan pengurus ANNAS dari seluruh cabang di Indonesia.

Dalam konferensi pers ketua ANNAS, KH Athian Ali menjelaskan beberapa poin pernyataan sikap. Di antaranya;

Pertama: Penegasan kata Anti dalam Anti Syiah bukan berarti ANNAS mendukung radikalisme atau merupakan gerakan intoleran. Melainkan sikap tegas umat Islam untuk mewaspadai akan penyimpangan dan bahaya ajaran Syiah bagi umat, bangsa dan negara.

Kedua: mengingatkan umat dan pemerintah bahwa Syiah bukan semata sekte teologis, melainkan suatu gerakan politik dengan ideologi imamah yang berpotensi membangun konflik dan membuat makar untuk merebut kekuasaan. 

Ketiga: ANNAS menilai Indonesia berada dalam posisi 'darurat Syiah' karena campur tangan dan intervensi keagamaan, budaya, ekonomi dan politik negara Syiah Iran. Karenanya presiden dan jajaran pemerintah harus lebih peka dan waspada terhadap gerakan ideologi transnasional Syiah dukungan Iran ini.

Keempat: ANNAS mendesak pemerintah untuk menutup atase kebudayaan kedubes Iran karena dinilai telah menyimpang dari tugas diplomatiknya dengan memberi dukungan pengembangan Syiah dengan dana, bantuan pendidikan, maupun lobi-lobi politik ke pusat kekuasaan.

Investasi bisnis telah menjadi alat politik pula. Persona non grata kan diplomat Iran dari Indonesia, tegas Kyai Athian.

Kelima: Awasi ketat bila perlu segera tutup dan bubarkan lembaga pendidikan, penerbitan dan yayasan-yayasan yang terafiliasi dengan faham sesat Syiah.

Karena membahayakan generasi muda dan masa depan keutuhan bangsa dan umat Islam di Indonesia yang berfahamkan ahlu sunnah wal jamaah, ujar Kyai Athian.

Keenam: Mendesak MUI untuk meningkatkan hasil kajian tentang penyimpangan Syiah di Indonesia dengan segera mengeluarkan fatwa sesat ajaran Syiah.

Hal ini penting untuk dakwah penyadaran umat Islam yang terpengaruh oleh ajaran sesat Syiah. Dan bagi aparat penegak hukum untuk menindak pelaku penodaan agama oleh tokoh dan para pengikut Syiah, paparnya.

Ketujuh: Mengingkatkan umat dan pemerintah bahwa membiarkan ajara taqiyah (berdusta), la'nah (menghujat dan mencaci-maki) serta mut'ah (kawin kontrak) jelas-jelas menyimpang dan membahayakan karakter masyarakat bangsa.

Ini adalah wujud dari gerakan radikal takfiri serta gerakan hate-speech penganut Syiah. Sedangkan kawin kontrak merupakan dasar kebebasan berzina dan kedok prostitusi," tandasnya.

Terakhir, ANNAS mendorong kementerian agama untuk bekerja sama intens dengan kementerian luar negeri dengan melakukan pengawasan kepada misionaris Syiah yang masuk ke Indonesia baik dari Iran, Irak, Afghanistan dan Libanon.

"Demikian juga dengan mengawasi para "pengungsi" Syiah di berbagai rumah detensi-imigrasi di Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan itu Kyai Athian juga mengumumkan pengembangan sayap organisasi ANNAS di Indonesia. 

Berkaitan dengan pengembangan organisasi, telah disepakati pembentukan aliansi di beberapa wilayah Indonesia beserta organisasi otonomnya yang bergerak di berbagai bidang. Seperti pendidikan, baitul mal, pengembangan usaha, kebangsaan, hukum, dan kerja internasional, pungkasnya.

Sumber : Jurnis │ Editor : Arham │ Headlineislam.com

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.