Fadlan Garamatan: Warga Kristen Manokwari Harusnya Berterima Kasih kepada Umat Islam!


Jakarta (Headlineislam.com) – Aksi demonstrasi besar-besaran warga Kristen di Manokwari pada 29 Oktober lalu menolak berdirinya masjid di Andai dengan alasan Manokwari sebagai kota injil, menuai banyak kritikan dan dinilai terlalu berlebihan.
Menurut ustadz Fadlan Garamatan – yang juga salah satu tokoh Muslim Papua – aksi demonstrasi warga Kristen menolak masjid dengan alasan Manokwari tempat pertama kalinya Injil masuk terlalu berlebihan. Bagi Fadlan seharusnya orang Kristen di Manokwari atau Papua secara keseluruhan berterima kasih kepada umat Islam.
“Mereka (warga Kristen) harusnya berterima kasih kepada umat Islam karena Injil masuk ke Papua itu karena peran orang Islam,” tegas pimpinan AFKN (Alfatih Kaafah Nusantara) ini sewaktu ditanya Islampos.com hari Ahad lalu di Bekasi.
Fadlan menceritakan bagaimana pada tanggal 5 Februari 19885 Sultan Tidore memerintahkan orang untuk mengantarkan pendeta Cw Ottow dan Johan Gotlob Geissler ke Papua, namun dengan titipan pesan agar kedua pendeta itu menjaga Papua. Jadi menurut Fadlan tidak ada alasan warga Kristen Manokwari menggelar aksi berkabung atas upaya berdirinya masjid di Andai.
“Alasan mereka melakukan demonstrasi hari berkabung dengan menolak pembangunan masjid bagi saya tidak jelas. Manokwari itu masih bagian dari NKRI di mana UUD 45 pasal 29 ayat 1 juga berlaku di sana,” jelas Fadlan.
“Kecuali di Manokwari tidak ada orang Islam, silahkan mereka mau beraksi seperti itu. Pemeluk Islam di Manokwari itu hampir seimbang dengan warga Kristen,” tandas Fadlan. [ek/islampos/headlineislam.com]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.