Era Jokowi; Mau Dibawa Kemana Bangsa Ini?


Oleh: Arham*

Headlineislam.com – Keberadaan NKRI yang mayoritas beragama Islam akhir-akhir ini sedang mengalami penurunan eksistensinya dan sedang dijajah oleh berbagai kalangan yang anti Islam. Mereka bekerja sama untuk menghancurkan Islam terutama pada era Jokowi-JK sekarang ini.

Kristen semakin eksis dan berani melawan yang mayoritas. Syiah sudah mulai berani berkoar-koar di mana-mana dan negara takut karena ancamannya. Kaum liberal juga tak segan-segan mengobok-obok ajaran Islam yang shohih. PKI yang mulai berani membuat masalah dan bersembunya diketiak pimpinan yang tidak jelas. Belum lagi kaum yang dituduh Wahabi kini mulai terasa permusuhan terhadapnya, padahal dia adalah golongan pemurni agama Islam dari penyelewengan dan penyimpangan. Ditambah kepemimpinan di era sekarang ini tidak jelas dan kegiatannya hanya mondar-mandir kesana-kemari entah apa yang dituju dan dicapai, sementara umat Islam dipojokkan. Mau dibawa ke mana bangsa ini? Mau engkau apakan umat Islam yang mayoritas menguasai negeri ini? Siapa sebenarnya yang memimpin negeri ini?

Apakah saya menghujat kepimpinan era ini? Tidak saudara-saudara. Yang saya dan Anda inginkan adalah kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan. Wajar bila saya mengkritik mereka (bukan melawan). Kritik ini adalah pesan bahwa kepemimpinan di era ini sangat memprihatinkan. Dan masyarakat sadar kalau di era ini lebih buruk dari sebelum-sebelumnya.

Apakah Anda mau negeri ini menjadi seperti Suriah, Yaman dan berbagai negara Islam yang sedang bergejolak? Tentu kalian menjawab; “Tidak!”


Oleh karena itu, sebelum terjadi kezaliman yang lebih dahsyat, wajar bila bangsa ini ingin kepemimpinan Jokowi-JK turun dengan penuh kesadaran bahwa mereka berdua belum bisa memimpin negeri ini dengan baik. Wallahua’lam. [em/headlineislam.com]

*Arham adalah mahasiswa lulusan ma’had Ali Al-Islam Bekasi.

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.