Semakin Akrab, 2 Menteri Jokowi Temui Presiden Negara Teroris Syiah Iran

Iran (Headlineislam.com) Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri ESDM Sudirman Said bertemu Presiden Republik Syiah Iran, Hassan Rouhani di Istana Kepresidenan Iran, Kamis (16/10/2015). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama kedua negara.

Menteri ESDM, Sudirman Said mengungkapkan, pertemuan ini menandakan hubungan harmonis bagi kedua negara.

"Pada kesempatan itu Presiden Iran, Hassan Rouhani mengajak Indonesia untuk bersama sama terus aktif menciptakan iklim yang kondusif bagi perdamaian dunia dan sebagai sesama negara yang memiliki populasi muslim besar, Presiden Iran berharap Indonesia dapat memberikan pemahaman tentang pemikiran-pemikiran modern yang menempatkan 'Islam' sebagai kesejahteraan dan kedamaian bagi seluruh warga dunia," Lansir syiahindonesia.com

Sudirman Said dalam pertemuan tersebut juga melaporkan hasil pertemuan dengan Menteri Energi Iran Hamid Chitchian, dan Menteri Perminyakan dan Gas Iran, Bijan Namdar Zangeneh. Sudirman juga menyampaikan permohonan kepada Presiden Iran, agar Indonesia dibantu dalam rencana pengembangan sektor hulu, dalam kaitan pemenuhan pasokan minyak untuk kebutuhan dalam negeri.

"Presiden Iran menyatakan mendukung penuh rencana tersebut, dan akan meminta para menterinya untuk segera menindaklanjuti," kata Sudirman.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam pertemuan tersebut juga sependapat dengan permintaan Presiden Iran, bahwa masa depan ada pada pemikiran yang terbuka.

Kedekatan Indonesia dengan negara Syiah Iran menandakan bahwa pemerintah telah kecolongan. Kecolongan dari ketidaktahuan mereka tentang syiah. Bisa jadi penyebabnya ialah mereka (syiah) mengaku negaranya telah melakukan revolusi islam (padahal revolusi meng-syiah-kan Iran). Itulah syiah, kalau tidak berbohong (hahasa mereka taqiyah) bukan syiah namanya. Semoga pemerintah Indonesia sadar betapa bahayanya syiah bagi NKRI. [ra/headlineislam.com]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.