Jokowi-JK Akan Lengser Tahun 2016, Semua Faktor Pendukung Sudah Lengkap

Jakarta (Headlineislam.com) - Budayawan sepuh yang mantan anggota DPR, Ridwan Saidi, mengibaratkan pemerintahan Joko-JK sebagai kartu mati dalam permainan kartu. Karena, pemerintahan Joko-JK sangat buruk, sehingga tak akan bisa melakukan perubahan yang lebih baik untuk negeri ini.
“Pemerintah Jokowi ini sudah kartu mati. Tidak ada kerjaan, hanya berkelahi sesama mereka. Kita tidak bisa dipimpin oleh kartu mati,” kata Ridwan dalam acara Grup Diskusi Indonesia: “Evaluasi 1 Tahun Jokowi-JK” di Kantor Perhimpunan Gerakan Keadilan, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (18/10).
Ia bahkan mengatakan, secara teks, unsur-unsur dan faktor-faktor yang membuat Joko jatuh sudah ada.
“Tinggal waktunya kita tunggu. Bukan tidak mungkin, tiba-tiba ada kabar Jokowi sudah jatuh, karena sekarang perubahan sudah enggak bisa dihindarkan lagi,” tuturnya.
Kendati Joko jatuh, tambahnya, tidak serta-merta JK atawa Jusuf Kalla akan menggantikan Joko. Karena, JK sebagai wakil presiden juga sudah sama-sama tidak mampu memimpin bangsa ini.
“JK kartunya sudah patah, sudah enggak bisa dikocok. Yakinlah perubahan akan ada,”  tuturnya.
Dalam acara yang sama, politisi Partai Golkar Ariady Achmad punya pandangan senada. Dia memperkirakan, Joko akan jatuh dari kursi kepresidenan tidak akan lama lagi, yakni pada akhir tahun ini. Karena, pada akhir tahun ini akan dilaksanakan pilkada serentak secara nasional. Pilkada tersebut, tambahnya, kemungkinan besar akan memicu munculnya konflik besar yang menyebabkan terjadinya kerusuhan nasional.
“Nanti, satu saja pilkada rusuh, yang lainnya akan ikut-ikut,” ujar Ariady.
Pilkada, lanjutnya, hanya salah satu pemicu. Pemicu yang lain adalah kebijakan-kebijakan Joko sejak memimpin negeri ini dalam setahun terakhir. Menurut dia, kebijakan Joko tidak populis dan justru memancing amarah publik. Publik kian menyadari ketidakmampuan Joko menjadi seorang pemimpin.
“Hampir semua kebijakan Jokowi menyumbangkan kayu bakar revolusi,” tuturnya.
Menurut dia, sekarang ini, hampir semua elemen bangsa sudah gusar dengan kepemimpinan Joko, yang membuat negeri ini semakin bobrok. Karenanya, sekarang ini tinggal menunggul sikap satu suara untuk menggulingkan Joko dari kursi kepresidenannya.
“Hari ini, hampir semua bangsa Indonesia mengatakan ‘yuk’. Tinggal tunggu waktunya semua bilang ‘yuk’,” kata Ariady.
Prediksi Joko akan lengser juga datang dari Johan Silalahi dari Negarawan Centre. Waktunya: tahun 2016, Tapi, katanya lagi, transformasi kekuasaan akan berlangsung damai.
“Saya kira Jokowi ini mundur pada 2016, tapi dengan cara damai,” ujarnya.

Adapun pakar hukum tata negara Margarito Kamis mengatakan, Joko amat layak diturunkan jika tetap menjadi boneka yang hanya dipermainkan orang lain, sehingga tidak mungkin bisa diharapkan lagi untuk menciptakan perubahan ke depan. Agar tak jadi boneka, katanya, Joko harus berani mengkhianati orang-orang yang mendukung dirinya saat pemilihan presiden lalu. Joko tidak boleh taat pada kepentingan mereka demi membangun bangsa ini agar lebih baik. Langkah ini merupakan langkah yang paling rasional. “Jokowi harus berkhianat kepada orang-orang yang membantu dia saat pilpres lalu. Berkhianatlah. Saya kira ini pilihan yang paling masuk akal,” tutur Margarito. [em/eramuslim/headlineislam.com]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.