Hina Islam, Wanita Perancis Ini Diseret Ke Pengadilan

Paris (Headlineislam.com) – Setelah terjadi penghinaan berupa karitur Nabi Muhammad, kini wanita Perancis yang berasal dari partai Front National Perancis, Marine Le Pen, menghina Islam dengan mengatakan bahwa cara shalat Muslim sama dengan pendudukan Nazi di Perancis selama Perang Dunia II.

Ia kemudian diseret ke pengadilan dan didakwa dengan tuduhan menghasut kebencian rasial, kejahatan yang dilakukannya dan bisa diancam dengan hukuman satu tahun penjara dan denda maksimal $51.000, lansir The Wall Street Journal pada Selasa (20/10/2015) kemarin.

Diberitakan oleh Telegraph, wanita berusia 47 tahun ini dilaporkan ke polisi oleh dua kelompok anti-rasis dan dua organisasi Muslim Perancis atas komentarnya dalam kampanye tahun 2010 di Lyon sebelum dia memimpin partai Front National.

“Saya tidak melakukan kesalahan apa pun,” kata Ms Le Pen kepada wartawan pada Selasa (20/10) sebelum memasuki ruang sidang.
Ia mengatakan bahwa dia berjuang untuk kebebasan berbicara. “Saya memiliki hak sebagai pemimpin politik untuk mengangkat isu-isu fundamental, itu bahkan tugas saya.”
Tuduhan penghasutan itu berasal dari komentar Ms Le Pen yang dilontarkan selama kampanye politik pada bulan Desember 2010 di sebelah tenggara kota Lyon.
Di tengah kerumunan massa, Ms Le Pen mengatakan bahwa Muslim yang melakukan shalat di jalan-jalan Perancis adalah sama saja dengan Pendudukan (Nazi).
“Bagi mereka yang senang berbicara tentang Perang Dunia II dan pendudukan (Nazi), sekarang kita bisa bicara tentang hal itu, karena begitulah adanya,” kata Ms Le Pen di hadapan kerumunan massa yang bersorak menyambut pidatonya.
Ms Le Pen telah mengakui bahwa ia membuat komentar itu.
“Dalam kata-katanya, dia mengaitkan salat berjamaah di jalan adalah pendudukan (Nazi). Tujuan kalimat ini sangat jelas. Kita diberi tahu bahwa ada musuh yang menduduki wilayah kita, dan musuh itu adalah Muslim,” kata Braun.

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.