Beginalah Keteguhan Walkot Bogor Saat Diancam Akan Dilaporkan ke PTUN


Bogor (Headlineislam.com) – Ada segelintir pihak yang mengancam akan melaporkan walikota Bogor ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), menyusul adanya surat pelarangan perayaan Asyura Syiah. Bima Arya menyatakan bahwa dirinya siap menghadapi laporan itu.
“Saya siap,” kata Bima Arya saat ditemui seusai mengikuti shalat Istisqa di Lapangan Sempur, Bogor, Jumat (30/10).
“Saya akan bertanggung jawab untuk menjelaskan langkah-langkah yang saya lakukan sebagai kepala daerah, yang sekali lagi bertanggung jawab atas keamanan, ketertiban di wilayah kota Bogor,” terangnya.
Bima menerangkan bahwa dalam sejarahnya, di Bogor tidak pernah ada konflik kekerasan. Dia pun menghimbau kepada warganya agar terus menjaga persatuan dan tidak mudah terpancing.
Seperti diketahui, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengeluarkan surat edaran nomor 300/1321-Kesbangpol yang melarang perayaan Asyura kaum Syiah 22 Oktober lalu. Surat itu dibuat setelah mempertimbangkan surat pernyataan sikap MUI Kota Bogor terkait Syiah dan pernyataan penolakan acara Syiah dari ormas-ormas Islam.
Dalam surat tersebut Walikota Bogor menyatakan bahwa surat edaran itu dikeluarkan dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
Organization of Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) menyatakan penolakan terhadap surat edaran walikota Bogor tersebut. Saat konferensi pers di kantor LBH Jakarta, Rabu (28/10) lalu, organisasi Syiah yang dipimpin Emilia Renita Az itu mengancam akan melaporkan Bima Arya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Menurut Bima adanya polemik terkait perbedaan adalah sesuatu yang sah. Dia menghimbau agar semua pihak tetap menahan diri. “Semua pihak saling menghargai dan terus kita merawat kesejukan,” pungkasnya. [im/kiblat/headlineislam.com]

Headlineislam.com adalah portal media Islam yang berpihak kepada kebenaran dan kaum Musliman Ahlussannah wal Jama’ah. Dan juga sebagai wadah yang menampung berita dan artikel-artikel bermanfaaat untuk dijadikan konsumsi bacaan maupun referensi.