Puluhan WNA Cina Digrebek atas Kasus Penipuan Lintas Negara di Bali


Headlineislam.com - Puluhan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina kembali digerebek di tiga tempat kejadian perkara (TKP) di Bali. Mereka diduga terlibat sindikat kasus penipuan lintas negara.

Tim gabungan Mabes Polri dan Kepolisian Daerah (Polda) Bali memeriksa tiga TKP, yaitu Jalan Tukad Badung XXI Denpasar, Jalan Villa Sahadewa Kompleks Pecatu Indah Resort, dan Jalan Darmawangsa Gang Kutuh II Nomor IX di Kuta Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja membenarkan penangkapan tersebut.
"Benar, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) sedang menangkap kasus penipuan oleh WNA Cina dan masih terus berjalan," kata Hengky kepada Republika, Kamis (11/1).

Hengky menerangkan jumlah pelaku yang diamankan sudah mencapai 49 orang. Sebanyak 12 orang di antaranya adalah perempuan. Jumlah tersebut kemungkinan besar terus bertambah.
"Kami sudah berkomunikasi dengan Kepolisian Tiongkok (Cina) untuk menjemput. Besok siang (Jumat) kami berencana menggelar konferensi pers bersama Kapolda Bali," tambah Hengky.

Aparat menggerebek puluhan WNA Cina tersebut sekitar pukul 09.00 WITA. Awak media baru mengetahui kasus tersebut pada siang harinya ketika penyelidikan berlangsung di lokasi.

Para pelaku sampai saat ini masih diinterogasi sembari aparat mengamankan barang bukti. WNA tersebut diduga melakukan penipuan daring (online) dari Bali. Mereka menyewa sejumlah rumah mewah sebagai markas sementara menjalankan aksinya.

Salah satu aksi ilegal yang dilakukan adalah memeras sejumlah pejabat di negara asalnya dengan mengaku sebagai polisi atau jaksa. Kasus ini masih terus dikembangkan di lapangan.

Kasus serupa juga pernah terjadi di Bali sekitar Juli 2017. Satuan Tugas (Satgas) Merah Putih bekerja sama dengan Satgas Counter Transnational Organize Crime (CTOC) dan Ditreskrimsus Polda Bali menggerebek sebuah vila di Jalan Puri Bendesa, Banjar Mumbul, Kuta Selatan.

Petugas mengamankan 27 WNA, terdiri dari 17 WNA Cina dan 10 WNA Taiwan. Polisi juga mengamankan empat Warga Negara Indonesia (WNI) pelaku kejahatan siber.

Tim satgas juga menggerebek rumah di Jalan Kutat Lestari Sanur yang diduga sebagai rumah pemberi arahan pelaku untuk menjalankan aksi penipuannya. Polisi Cina langsung melakukan olah TKP. Seluruh tersangka kemudian diterbangkan ke Mabes Polri melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Seluruh proses terhadap kasus tersebut diserahkan kepada Kepolisian Cina, termasuk kapan deportasi dilakukan. Puluhan WNA ini juga terlibat dalam serangkaian kasus penipuan dan pemerasan melalui telepon yang merugikan WNA Cina dan Taiwan. (rp/headlineislam.com)

Pemerintah Pusat Tolak Permintaan Anies Batalkan HGB Pulau Reklamasi


Headlineislam.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) menolak mentah-mentah permintaan Gubernur DKI Jakarta mengenai penghentian sementara dan pembatalan semua Hak Guna Bangunan (HGB) yang diberikan kepada pihak ketiga di semua pulau reklamasi C, D dan G.

Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil membenarkan bahwa penerbitan HGB diatas Hak Pengelolaan (HPL) Pulau D dilakukan atas permintaan Pemerintah DKI Jakarta dan sesuai dengan ketentuan administrasi pertanahan yang ada.

“Oleh karena itu tidak dapat dibatalkan dan berlakulah asas presumtio justae causa atau setiap tindakan administrasi selalu dianggap sah menurut hukum sehingga dapat dilaksanakan seketika sebelum dapat dibuktikan sebaliknya dan dinyatakan oleh hakim yang berwenang sebagai keputusan yang melawan hukum,” kata Sofyan di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (10/1).

Sofyan mengungkapkan, korespondensi yang dikirim Anies tidak bersifat nonretroaktif atau yang telah disepakati tidak bisa dibatalkan secara sepihak. Keputusan di masa pimpinan Basuki Tjahaja Purnama juga berlaku untuk masa depan.

“Jika prinsip non-retroaktif diterapkan maka akan menimbulkan ketidakpastian hukum,” tambahnya.

Pulau C dan D memiliki Sertifikat Bangunan dan Manajemen Gak Guna sedangkan Pulau G masih menunggu persetujuan Pemprov DKI Jakarta.

Surat tersebut tertanggal 29 Desember 2017 dengan nomor 2373/-1.794.2. Surat yang ditandatangani Anies Baswedan Surat tersebut menyatakan bahwa peninjauan harus dilakukan sehubungan dengan masukan dari para ahli dan beberapa komunitas, bahwa sejauh ini dalam tinjauan awal telah menemukan dampak buruk dari kebijakan ini dan indikasi atau kecurigaan cacat dalam prosedur reklamasi.

“Tanpa adanya rancangan peraturan daerah tersebut (rancangan peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara dan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil) maka tidak ada pengaturan dari kegiatan yang dilakukan di atas lahan-lahan hasil reklamasi,” sebagaimana tertulis dalam korespondensi tersebut. (em/headlineislam.com)

Tanggapi Joshua dan Ge Pemungkas, Oppie Kumis: Jadi Komedian Harus Cerdas!


Headlineislam.com - Komedian senior Opie Kumis cukup kaget dengan video komika Ge Pamungkas dan selebriti Joshua Suherman, saat melakukan lawakan stand up comedy. Mereka berdua terlihat dan terdengar menghina agama Islam dan Ge juga sempat menyindir mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok soal banjir di Jakarta.

Bang Opie, begitu sapaannya mengatakan bahwa sebagai komedian harus belajar agama dan melawak tidak mengandung SARA. Tentunya, agar tidak mengundang hal-hal yang tak diinginkan.

“Sebagai komedian harus cerdas, belajar agama agar mengerti batas-batas yang harus kita lontarkan dalam lucuan. Kan, banyak teknik dalam melucu. Kalau menurut gue sih, emang orangnya yang kurang pinterlah, kurang cerdas,” katanya, saat dihubungi VIVA, Seni, 8 Januari 2018.

Pembawa acara Pesbukers ini menjelaskan bahwa jika kedua selebriti itu tidak meminta maaf secara umum, dengan atau tanpa menggandeng ulama, kariernya akan kandas di tengah jalan.

“Kalau terbukti, dia harus minta maaf dan kalau dia bertahan dengan kesombongannya, kariernya sudah selesai,” tutur pria yang gemar mengoleksi topi tersebut.

Pria bernama lengkap Muchtar Lutfi itu mencontohkan ada banyak cara agar Ge dan Joshua meminta maaf. Salah satunya dengan menggandeng ulama yang bijak, netral dan tak beraliran keras.

“Harusnya, dia datanglah ke salah seorang ulama yang bijak kan banyak. Jelasin saja, apa yang sudah diperbuat. Ketemu dan bicarakan, kalau telah melawak dan ingin meminta maaf atas lawakan dia. Minta dampingi untuk mohon maaf kepada umat Islam. Gue rasa itu salah satu jalan keluar,” ungkap pria berusia 57 tahun itu. (em/headlineislam.com)

Yunani Rancang UU Batasi Hukum Syariah Bagi Minoritas Muslim


Headlineislam.com - Parlemen Yunani sedang dikabarkan sedang mengerjakan sebuah rancangan undang-undang yang akan membatasi kekuasaan pengadilan Islam mengenai masalah keluarga bagi sekitar 100.000 Muslim Turki di timur laut negara tersebut, lansir AP pada hari Selasa (9/1/2018).

Proposal RUU tersebut bertujuan untuk menghapuskan peraturan yang merujuk kasus perdata yang menyebabkan anggota komunitas Muslim menyertakan hukum Syariah.

Saat ini, persidangan pengadilan Islam dipimpin oleh seorang pejabat tunggal, seorang ulama Muslim yang ditunjuk negara, lanjut AP. Dengan undang-undang baru tersebut, pengadilan Yunani akan memiliki prioritas dalam semua kasus, katanya.

Perubahan tersebut menyusul sebuah pengaduan ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) atas perselisihan warisan oleh seorang perempuan Muslim yang tinggal di kota timur laut Komotini.

Perundang-undangan mengenai hak-hak minoritas didasarkan pada kesepakatan internasional setelah keruntuhan Kekaisaran Ustmani, namun pemerintah Yunani di masa lalu enggan untuk mengubah hak minoritas, karena banyak perselisihan antara Yunani dan Turki yang belum terselesaikan. (em/headlineislam.com)

Segera Tangani Kasus Lawakan Penghina Islam Sebelum Meledak Amarahnya!


Headlineislam.com - Kasus penistaan agama yang menyorot mantan penyanyi cilik, Joshua Suherman, dan rekannya Ge Pamungkas mengemuka. Juga beberapa kasus penistaan agama yang menyeret dosen dan pegiat sosial media Ade Armando.

Maraknya kasus penistaan agama akhir-akhir ini mengundang keprihatinan Wakil Sekretaris Jenderal MUI (Majelis Ulama Indonesia) Tengku Zulkarnain.

Dalam komentarnya di akun instagramnya, Senin (8/1/2018), Tengku menyebut acara lawakan yang dinilai menghina agama yang menyeret nama Joshua dan Ge Pamungkas telah dengan terang-terangan mengolok-olok agama Islam.

Ia meminta aktivis pemuda Islam dan ormas di Indonesia untuk mengajukan gugatan hukum agar mereka segera diproses hukum.

“Ini penting sebelum Ummat Islam meledak amarahnya,” tandas Tengku.

Ia menghimbau Kapolri dan BSSN agar segera menangani kasus-kasus ini dengan seadil-adilnya.

“Kami memandang tiga tahun terakhir ini, gerakan anti-Islam dan penghinaan terhadap agama Islam semakin menjadi-jadi,” ungkapnya.

Ia juga mengajak ummat Islam agar menahan diri sampai proses hukum berjalan.

“Berikan kesempatan kepada aparat penegak hukum menunjukkan keadilan hukum di NKRI tercinta,” pungkas Tengku. (em/headlineislam.com)

"Kami Ingin 2019 Mengganti Pemerintahan Yang Sekarang!"


Headlineislam.com - Satu-satunya acara di teve yang bermutu sekarang ini adalah ILC. Ini bukan promosi, tapi banyak yang beranggapan demikian, tentu saja satu lagi yang paling menghibur adalah kartun seperti Ipin dan Upin. Selebihnya kebanyakan sampah.Dalam acara ILC tadi malam (9/1), bertajuk “Pilkada Panas Sebelum Mulai”, terkait dengan situasi perpolitikan nasional yang akan sangat panas di tahun 2018 ini: Pilkada serentak dan Oktober nanti disusul Kampanye Pilpres, maka Karni Ilyas selaku tuan ruamh acara tersebut mengundang sejumlah tokoh nasional, yang terdiri dari tokoh partai politik dan juga pengamat. Baik dari kubu penguasa, maupun dari kubu yang belum berkuasa.

Salah satu pembicara yang dihadirkan adalah Mardani Ali Sera, tokoh PKS yang berada dibelakang suksesnya Anies-Sandi merebut DKI Jakarta pada Pilkada tahun lalu dari tangan mereka yang tengah berkuasa saat ini.

Mardhani menyanggah anggapan Said Didu, yang mengatakan jika semua partai politik yang ada sekarang ini tak jelas jatidirinya, tak jelas batas-batas ideologinya, tidak seperti dua parpol di AS dimana Partai Republik akan condong mengurusi urusan global dan Partai Demokrat akan lebih condong sibuk mengurusi urusan domestik.

Mardhani dengan tegas menandaskan jika PKS, “Kami ingin 2019 mengganti pemerintahan yang sekarang! (ini) Tegas kok!Sebab itu kami (PKS) tidak ingin bergabung dengan pemerintahan yang ada sekarang.Kita tolak Perppu ormas, kita tolak (aturan) Presidential Tresshold 20 Persen, kita tolak yang memang tidak betul.”

Pernyataan itu sontak mendapat aplaus dari hadirin.


(em/headlineislam.com)

Kata RI 1 Jokowi, "Indonesia Beruntung Punya PDIP"


Headlineislam.com - Jokowi mengatakan Indonesia beruntung memiliki Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang terus mendukung upaya pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

“Indonesia beruntung memiliki PDIP yang militan kadernya, yang demokratis, yang visioner tanpa melupakan sejarah bangsa,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat Peringatan HUT Ke-45 PDIP di Balai Sidang Jakarta pada Rabu (10/1/2018).

Menurut Presiden, para kader PDIP merupakan pendukung pembangunan Indonesiasentris serta berupaya mewujudkan poros maritim dunia, dan pendukung pelaksanaan Nawacita di Tanah Air.

Partai berlambang banteng moncong putih itu, jelas Presiden, juga merupakan cerminan ke-Bhineka Tunggal Ikaan Indonesia.

Para kader di seluruh daerah, tambah Jokowi, selalu mendukung upaya pengentasan kemiskinan, melawan keterbelakangan dan mengurangi ketimpangan sosial.

Jokowi mengatakan pengabdian PDIP belum selesai dan akan terus berlanjut dalam membangun bangsa.

“Saya percaya ada satu kata yang membuat PDIP tetap kokoh berdiri yaitu gotong royong. Gotong royong yang membuat kita bisa bersatu dalam satu rangkai barisan. Gotong royonglah yang membuat kita yakin bahwa kita akan mampu berjuang untuk satu tujuan yang mulia,” ujar Presiden.

Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden Ke-5 RI Megawati Sukarnoputri mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Selain itu, beberapa mantan wakil presiden RI juga hadir dalam acara peringatan HUT PDIP yaitu Try Sutrisno dan Boediono. (em/headlineislam.com)

Inilah 12 Milisi Bersenjata Syiah Dukungan Iran di 9 Negara


Headlineislam.com - Pemerintah Syiah Iran dikenal memberikan dukungan kepada milisi atau kelompok bersenjata di luar wilayahnya. Baru-baru ini, sebuah laporan mengungkapkan 12 milisi yang didukung, beberapa darinya mengakui secara terbuka dukungan Iran kepada mereka.

Kelompok Hizbullah Libanon secara terbuka mengaku mendapat pendanaan dari Iran, sementara brigade paramiliter Syiah di Iraq kerap mendapat kunjungan dari pejabat militer Iran. Di sisi lain, sebuah laporan menemukan bahwa Iran memasok rudal kepada pemberontak Hutsi di Yaman.

Dikutip dari Al-Arabiya, Minggu (07/01/2018), inilah 12 milisi Syiah yang didukung Iran di sembilan negara:

1. Hizbullah di Lebanon
2. Brigade Hizbullah di Iraq
3. Hizbullah al-Nujaba di Iraq
4. Asa’ib Ahl al-Haq di Iraq
5. Organisasi Badr di Iraq
6. Liwa Abu al-Fadhal al-Abbas di Iraq
7. Hizbullah al-Hejaz di Arab Saudi
8. Hutsi di Yaman
9. Liwa Fatemiyoun di Afghanistan
10. Front Islam untuk Pembebasan Bahrain
11. Gerakan Islam (di bawah bimbingan Ibraheem Zakzaky) di Nigeria
12. Tentara Muhammad di Pakistan

Banyak milisi Syiah dari wilayah Asia yang bertempur di Iraq dan Suriah dalam beberapa tahun terakhir. Liwa Fatemiyoun, yang terdiri dari sukarelawan Syiah Afghanistan, telah berperang di Suriah selama lima tahun.

Mereka yang bertempur membantai umat Islam di Irak dan Suriah kerap di biayai oleh Teheran untuk membantu mempertahankan hegemoni Syiah di kawasan Dunia Arab. (em/headlineislam.com)

Nasi Terus Dipanaskan di Dalam Rice Cooker Bisa Beracun, Hoax atau Fakta?


Headlineislam.com - Netizen kembali dihebohkan dengan sebuah informasi melalui aplikasi pesan instan WhatsApp yang berisi imbauan mengeluarkan nasi dari magic com atau rice cooker jika sudah matang. Alasannya, mengkonsumsi nasi yang dihangatkan terus meneruskan bisa membahayakan kesehatan.

Spesialis gizi klinik dari Departemen Ilmu Gizi FKUI, dr Anna Maurina Singal, MGizi, SpGK atau yang akrab disapa dr Anna, memberi tanggapan terkait isu tersebut. Ia menyebut bahwa pemicu masalah kesehatan tidak dapat hanya satu faktor saja, melainkan multifaktorial.

“Proses tanak beras melalui rice cooker atau magic jar dengan waktu tertentu tidak menentukan seseorang akan mengalami peningkatan glukosa darah atau diabetes melitus,” terangnya.

dr Anna mengatakan, beras merupakan karbohidrat kompleks yang memiliki struktur amilosa dan amilopektin. Rantai amilosa berbentuk garis lurus sedangkan amilopektin berbentuk cabang-cabang. Semakin bercabang suatu rantai, akan semakin banyak molekul yang ditangkap oleh enzim pencernaan sehingga akan lebih meningkatkan kadar glukosa darah.

“Kadar amilosa dan amilopektin sangat berbeda pada tiap varietas beras di Indonesia. Ada varietas beras yang tinggi kadar amilosanya sehingga memiliki kadar indeks glikemik rendah, hal ini baik bagi pasien DM (diabetes melitus) namun harus tetap memperhatikan jumlah secara keseluruhan,” kata dr Anna.

Senada dengan dr Anna, pakar gizi Jansen Ongko, MSc, RD juga menuturkan hal yang sama. Tidak ada efek signifikan terkait jangka waktu pemanasan nasi dengan kesehatan. “Banyak rumah makan yang memanaskan nasi lebih dari 12 jam dan tidak berefek negatif saat dimakan. Selama tidak terkontaminasi dan disimpan dengan baik, aman dikonsumsi,” pungkas Jansen.

Hanya saja, Jansen menegaskan bahwa nasi yang dihangatkan dan memiliki IG lebih tinggi ini perlu dihindari oleh pasien diabetes.

“IG (indeks glikemik) hanya berbahaya untuk pasien diabetes. Tidak bisa disamakan sensitivitas insulin olahragawan, orang sehat dan pasien diabetes.

Semua bergantung pada kondisi kesehatan, terutama organ pankreasnya. Ini berarti nasi yang dihangatkan aman dikonsumsi orang sehat,” imbuh Jansen. (em/headlineislam.com)

Bisa Jadi Orang Ini Ikuti Jejak Thaksin Selamatkan Aset


Headlineislam.com - Kabar perceraian Ahok dengan istrinya, Veronica Tan, langsung menjadi topik panas di hampir semua media massa nasional.

Pastinya, para pengguna media sosial Tanah Air tidak kalah seru untuk menyebarkan berita-berita di seputar isu privat tersebut, baik yang faktual maupun masih diragukan kebenarannya.

Perhatian masyarakat pun sedikit teralihkan dari isu peta politik Pilkada Serentak 2018. Doa-doa untuk kelanggengan keluarga Ahok mengalir lewat halaman medsos, bahkan ada pula yang mensyukuri bila perceraian itu benar terjadi.

Juga tak sedikit warga yang berperan sebagai analis amatir, mencoba memberi sudut pandang lain dari kabar rumah tangga Ahok.

Di tengah riuhnya pemberitaan, menarik untuk menengok spekulasi-spekulasi yang beredar di balik skenario perceraian Ahok-Veronica. Banyak kalangan menduga kuat perkara ini bukan urusan asmara semata.

Lalu apa?

Di berbagai grup aplikasi WhatsApp beredar lagi berita-berita tentang dugaan keterlibatan Veronica dalam proyek bermasalah Sumber Waras Jakarta saat pemerintahan DKI masih di bawah komando Ahok.

Sudah jadi “rahasia umum” bahwa kasus Sumber Waras diduga bermula dari keinginan Ahok untuk mewujudkan harapan sang istri mendirikan pusat perawatan terpadu bagi pasien kanker pasca pengobatan kemoterapi.

Ada juga yang menyamakan skenario Ahok-Veronica ini dengan perceraian mantan Perdana Menteri (PM) Thailand, Thaksin Shinawatra, dengan istrinya, Pojaman Shinawatra, pada 2008 silam.

Thaksin, yang dilengserkan dari kursi kekuasaan, divonis inabsentia dua tahun penjara oleh pengadilan Thailand pada Oktober 2008 dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasaan saat menjadi perdana menteri.

Baca : Ketika Thaksin Pilih Bercerai untuk Amankan Harta

Usai perceraian itu terberitakan, muncul analisa bahwa perceraian Thaksin bermotif melindungi aset-aset yang sebagian besar atas nama Pojaman. Karena, usai perceraian itu sah, Thaksin tetap terlihat satu rumah dengan “mantan” istrinya dan berjalan-jalan berdua ke luar negeri.

Jadi, adalah masuk akal untuk menyebut skenario ini demi penyelamatan harta jika Ahok maupun Veronica terkena pengusutan kasus korupsi. Intinya, putus hubungan dan mengatakan “i know nothing”.

Namun, walau menarik dan masuk akal, tetap saja ini masih dugaan yang bakal memancing banyak perdebatan. (em/headlineislam.com)

KLARIFIKASI SAYA TENTANG CERAMAH ‘RAHMATAN LIL ‘ALAMIN’


✍ Oleh: Abdul Shomad, Lc. MA.

Firman Allah dalam Al-Qur’an:

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوْا أَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلىَ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian orang fasiq dengan membawa berita (baik orangnya yang fasiq maupun substansi beritanya yang fasiq), maka PERIKSALAH DAN TABAYYUNLAH dahulu dengan teliti, agar kalian tidak menuduh suatu kaum dengan kebodohan lalu kalian menyesal akibat perbuatan yang telah kalian lakukan.”

(QS. Al Hujurat ayat 6).

Terkait video ceramah saya bertajuk khilafah islamiyyah & rahmatan lil alamin yang dipotong-potong oleh sejumlah fihak yang tak bertanggung jawab sehingga beberapa hari ini menjadi bahan perbincangan dan mengundang fitnah serta tuduhan keji kepada diri saya, maka saya mohon maaf jika klarifikasi ini terlambat saya berikan. Karena selama umroh, saya tidak membeli nomor baru Saudi Arabia dan tidak isi pulsa. Khawatir tergoda internet. hanya pakai wifi hotel saja.

1=> Saya bukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan tidak pernah tercatat sebagai anggota resmi HTI. Video pertama itu bertempat di depan masjid raya An-Nur provinsi Riau. Dihadiri banyak tokoh lintas ormas dan semua memberikan orasi 5-10 menit. Saya diundang sebagai da’i dari luar HTI. Orasi saya seputar urgensi politik Islam. Sedangkan Video kedua yaitu di hotel Pangeran Pekanbaru. Dihadiri tokoh lintas ormas. Lagi-lagi saya di undang sebagai DA’I DILUAR HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI).

2=> Isi tausiyah video 8 menit itu tentang politik Islam. Inti yang saya sampaikan adalah bahwa usia nabi dibagi tiga, yaitu:

40 tahun sebagai seorang dalam persiapan kenabian (belum memegang kekuasaan)

13 tahun di Makkah fase kenabian; tetapi lemah dan tertindas. Bilal Bin Rabah disiksa, Sumayyah wafat sebagai syahid,  Shuhaib terusir. dll Radhiyallahu’anhum Ajma’in..

10 tahun di Madinah setelah memiliki kekuasaan. Barulah terwujud pemerataan keadilan dgn bahasa al-Qur'an: rahmatan lil'alamin.

3=> Fiqih Islam itu banyak aspek.
Ada fiqih/aspek ibadah, yaitu: sholat, zakat, puasa, haji, dll. Ada fiqih mu'amalah, yaitu: jual beli, gadai, hutang piutang, dll. Ada fiqih munakahat, yaitu: nikah, thalaq/cerai, zhihar, li'an, dll. Dan ada fiqih/aspek politik, yaitu: syarat pemimpin, dll. Nah, dalam membahas aspek politik Islam ini ulama menggunakan banyak istilah. Panjang lebar dibahas Imam al-Mawardi yang wafat pada tahun 450 H dalam kitabnya Al-Ahkamus Sulthaniyyah, begitu juga Syaikh Al-'Allamah Yusuf Al-Qaradhawi dalam kitabnya Min Fiqhid Daulah, sampai Ustadz Sulaiman Rasjid dalam Fiqih Islam. Yang diantara macam-macam istilah yang digunakan mereka ialah:

- As-Siyasah as-Syar'iyyah
- Al-Imamah
- Al-Khilafah
- Ad-Daulah
- Yang dimaksud adalah aspek politik dalam Islam.

4=> Yang selalu saya sampaikan adalah pendapat moderat Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dalam kitab ‘Min Fiqhid Daulah’. Bahwa ketika mencoblos maka itu adalah persaksian di hadapan Allah Ta’ala bahwa kita bersaksi memilih pemimpin dan wakil kita. Jangan lupa diantara dosa terbesar adalah kesaksian palsu.

5=> Dalam ilmu hadits ada yang disebut dengan al-Jam’u wat Taufiq (الجمع والتوفيق) yaitu mengkombinasikan dan mengkompromikan beberapa hadits tentang suatu masalah. Begitu juga hendaknya sikap kita menyikapi beberapa potongan video, tulisan, atau pernyataan dari seseorang agar dapat pemahaman yang utuh.

6=> Kata mereka, “Abdul Shomad menghina Nabi Muhammad”.

Walhamdulillah, saya adalah Alumni Darul Hadits yang belajar hadits-hadits Nabi. Dari tahun 2008 pulang ke Indonesia mengajar hadits. Di UIN mengampu mata kuliah hadits. na’udzubillah kalau saya menghina Rasulullah. Please deh !!

7=> Insya’ Allah saya dapat menjelaskan pada ikhwah sudaghe-sedulur-sederek-sedoyo-halak -hita-sasudena yang gagal faham. Tapi saya tidak akan pernah mampu memberikan penjelasan pada orang-orang yang memang mengambil kesempatan dengan gagal faham.

8=> Biasanya efek fitnah-fitnah begini orang makin simpati, lovers dan followers makin bertambah (walau saya tak mengharap itu). Saya sudah cukup ribet dengan popularitas ini. Ke mall saya terpaksa pakai topi pet. Itu pun ketauan juga. Di airport saya sering hampir ketinggalan pesawat gara-gara lovers minta photo. Jadi tolong, belilah paket 4 GB. Tonton video-video saya secara tuntas. Kalau gak faham, ya tanya.! Gitu aja kok repot..

Semoga Allah Ta’ala selalu membimbing hati kita. Aamiin.. (fuas/headlineislam.com)

Ada Pulau Seperti Amazon di Papua, Isinya Perempuan Semua


Headlineislam.com - Dai asal Papua, Ustadz Fadzlan Garamatan mengungkapkan sebuah penemuan baru di tanah kelahirannya.

Dalam acara Multaqo Dai, Muallaf dan Kristolog Nasional yang digelar Komnas Anti Pemurtadan (KNAP) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/12/2017).

Ustadz Fadzlan menyampaikan ada sebuah pulau di sekitar Papua yang dihuni hanya para wanita. Ia pun meminta kepada kaum Muslimin untuk mendakwahi mereka, agar mengenal Islam.

Tak hanya itu, sambil berkelakar, Ustadz Fadzlan juga menyarakankan agar menikahi mereka.

“Ada satu pulau, antara Asmat dengan Timika itu, (isinya) semua perempuan tidak ada laki-laki di sana, gimana caranya? Saya kira laki-laki yang bujang-bujang ini jangan terlalu menikah dengan orang di sini lah, pergilah ke sana, kekuatan besar dakwah kita di sana,” tutur Ustadz Fadzlan, disambut tawa para hadirin.

Berikut ini, video lengkap Ustadz Fadzlan Garamatan, Presiden Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN).


(em/headlineislam.com)