Negara Tidak Aman Lagi, Habib Rizieq Ungsikan Keluarga ke Luar Negeri


Headlineislam.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab nyaris menjadi korban penembak jitu (sniper) di kediamannya, beberapa hari lalu.

Hal itu diungkap Ketua Presidium 212 Ustaz Ansufri ID Sambo saat mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (28/4).

“Habib Rizieq tinggalkan Tanah Air, gara-gara ditembak sniper. Kalau nggak salah, Selasa (25/4). Untungnya meleset, kena pendopo,” ungkap Sambo.

Habib Rizieq juga membawa serta isteri Umi Syarifah Fadlun bin Yahya dan keluarganya. Menurut Sambo, Habib Rizieq merasa tidak aman lagi berada di Indonesia.

“Habib merasa sudah tidak aman lagi di Tanah Air. Beliau bawa 18 keluarganya ke luar negeri,” papar Ketua Panitia Tamasya Al Maidah itu.

Sebelumnya, anggota Tim Advokasi Hukum GNPF MUI Kapitra Ampera membenarkan terkait kepergian Habib Rizieq ke luar negeri. Namun, kepergian tersebut dikarenakan sedang menjalani ibadah umrah di Madinah.

“Habib (Rizieq) sekeluarga lagi di Madinah sekarang. Umrah,” timpal Kapitra, Kamis kemarin.

Kapitra menuturkan, Habib Rizieq sekeluarga direncanakan pulang ke Indonesia, pekan depan.

Seperti diketahui, Habib Rizieq sendiri juga tengah menghadapi sejumlah perkara di kepolisian terkait 15 laporan kasus berbeda. Bahkan, Habib Rizieq pun diketahui mangkir dari panggilan penyidik, Selasa (25/4) lalu, terkait kasus chatting berkonten porno dengan Firza Husein. (em/headlineislam.com)

Habib Rizieq Ditembak Sniper, Alhamdulillah Lolos


Headlineislam.com - Kemarin, Jumat (28/4/2017), beredar kabar kediaman pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab di Mega Mendung Jawa Barat ditembak sniper.

Akun instagram @rat0n0efendi menggugah penembakan itu lengkap dengan sebuah foto kaca pecah.

“TEROR SNIPER UNTUK HABIB RIZIEQ Tempat Shalat di Kamar Pribadi Habib Rizieq di Mega Mendung dibidik sniper…Musuh kirim pesan bahwa dia tahu tempat Habib Rizieq paling pribadi dan dia bisa menjangkaunya dengan bidikan maut,” tulis akun instagram @rat0n0efendi yang dicek Tribunnews.com hari ini.

Akun yang sama di Facebook menuliskan hal serupa lengkap dengan fotonya.

Kabar mengenai penembakan Rizieq itu juga dikemukakan Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, Ansufri Idrus Sambo atau Ustaz Sambo di Komnas HAM Jakarta, siang kemarin.

“Jadi dia habis zikir pagi-pagi, di depan rumanhya, kan ada pendopo. Itu ditembak, tapi meleset,” ujar Ansufri kepada wartawan di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017).

Menurut dia, penembakan terhadap kediaman Rizieq dilakukan orang tak dikenal, Selasa (25/4/2017) lalu.

Menurut Ansufri, di depan rumah Habib Rizieq di kawasan Megamendung, kabupaten Bogor, Jawa Barat, memang terdapat pendopo yang biasa digunakan untuk berzikir.

Selasa lalu saat menunaikan Zikir, Ustaz Sambo menyebut ada peluru yang mendarat di pendopo, tidak jauh dari tempat Habib Rizieq berzikir.

Setelah kejadian itu, penjagaan di tempat tersebut diperketat.

Habib Rizieq setelah kejadian itu berangkat ke Tanah Suci untuk umroh bareng 18 anggota keluarganya.

Imam Besar FPI itu langsung mengurus segala sesuatunya agar ia dan keluarga besarnya bisa segera meninggalkan tanah air, untuk pergi berlindung sekaligus umroh ke tanah suci.

Sehari setelah kejadian tersebut rombongan Habib Rizieq yang berjumlah delapan belas orang itu langsung pergi ke Arab Saudi.

Ustadz Sambo membantu Habib Rizieq bisa mengurus segala sesuatunya dengan cepat, termasuk mengurus visa untuk keberangkatan.

“Dia kan ulama, punya jaringan, banyak yang mau membantu,” katanya.

Namun sayangnya kasus penembakan tersebut tidak dilaporkan ke Polisi.

Akan tetapi menurut, Ustadz Sambo, pihak Rizieq sudah menyimpan peluru yang nyaris menyasar sang habib, dan akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat.

Sampai kapan Habib Rizieq pergi meninggalkan tanah air, dia menyebut Habib Rizieq akan kembali ke tanah air jika segala teror dan ancaman yang dialami belakangan ini berakhir. “Sampai aman negeri ini,” katanya. (em/headlienislam.com)

Wanita Shalihah - Kecantikannya akan Melebihi Bidadari Surga


Headlineislam.com - Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta'ala, menyebutkan dalam sebuah hadist sahih dalam Musnad Imam Ahmad, bahwa ketika seorang suami beristerikan Hur‘ain (bidadari), kemudian pada saat itu akan datang seorang wanita lain yang kecantikan dan keelokannya mampu membuat seorang raja melupakan wanita-wanita lainnya.

๐Ÿ’– Siapakah Wanita itu?

Ternyata wanita tersebut adalah isterinya selama di dunia.

Itulah keistimewaan para isteri di syurga, dia akan menjadi RATU dari para Hur‘ain (bidadari).
Lalu, Ibnu Qayyim mengatakan “Apakah seorang raja pernah memikirkan para pelayan2-nya di hadapan Ratunya..? ”

Tentu tidak ! Jadi, Allah akan memberikan pada isteriny kecantikan yg luar biasa jauh melebihi para bidadari.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Ibnul Qayyim menjelaskan,

“Kerana Hur‘ain (bidadari) tidak pernah menghadapi kesulitan yg dirasakan wanita dunia.
Mereka tidak pernah berjuang di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'Ala, tidak pernah dicemooh orang kerana mengenakan hijab, tidak pernah merasakan sulitnya patuh pada suami....dll”

Mengenai keistimewaan isteri (wanita) di syurga di bandingkan bidadari, Rasulullah ShallAllahu’alaihi wa sallam melalui haditsnya menyebutkan :

“Sungguh tutup kepala salah seorang wanita syurga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
๐Ÿ“š(HR. Bukhari & Muslim)

Bahkan dalam hadits yang lain disebutkan pula bahwa wanita dunia yang shalihah lebih utama daripada bidadari syurga.

Dari Ummu Salamah Radhiallahu Anha, ia berkata:

“Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yg lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau ShallAllahu’alaihi wa sallam menjawab:

“Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yg tampak daripada apa yg tidak tampak.”

Kemudian saya bertanya lagi: “Kenapa wanita dunia lebih utama daripada para bidadari ?”

Lalu Beliau menjawab:

"Karena shalat mereka, puasa & ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning2-an, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas.

Mereka berkata:

‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah ber-sungut2 sama sekali.
Berbahagialah orang yang memiliki kami & kami memilikinya.”
๐Ÿ“š(HR. Ath Thabrani)

Masya Allah...

Sungguh ini sebuah kemuliaan yang diberikan kepada kaum wanita khusus nya para isteri2, derajat mereka boleh menjadi lebih mulia daripada bidadari syurga, mereka akan menjadi 'Ratu2' bidadari syurga.

Untuk para kaum wanita.. jangan sia-siakan kesempatan kalian untuk menjadi ratu2 bidadari di syurga...

Ingat... setelah meninggal tidak ada lagi kesempatan untuk kembali ke dunia lagi...!
Mulai sekarang, bagi para isteri, marilah berlomba2 agar dapat menjadi isteri yang shalihah di dunia...!

 ๐Ÿ“šDikutip dari Kitab Raudhatu al-Muhibbin - Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah (ar/headlineislam.com)

Lagi! Jokowi Akan Menjual Aset Negara, BUMN Serahkan Jasa Marga dan PLN


Headlineislam.com - Untuk menggenjot pendanaan BUMN dalam rangka pengembangan infrastruktur, Presiden Joko Widodo kerap meminta aset-aset BUMN untuk ditawarkan ke investor melalui skema sekuritisasi aset. Sehingga BUMN tersebut bisa mendapat dana segar.

Kemauan Presiden ini langsung disambut oleh Kementerian BUMN. Hingga saat ini, dipastikan ada dua BUMN yang bakal siap untuk melakukan sekuritisasi aset, yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT PLN (Persero).

Menurut Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN, Pontas Tambunan, sejauh ini sekuritisasi aset kedua BUMN itu dianggap paling memenuhi kriteria dari aset-aseynya itu.

Seperti dari Jasa Marga yang akan dijual ke investor itu ada beberapa ruas jalan tol. Salah satunya adalah tol lingkar luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR).

“Kemungkinan akan dilakukan (sekuritisasi aset) di Mei atau Juni. Tapi pada akhirnya kita akan melihat faktor timing dan pricing-nya,” ujar dia.

Sementara untuk aset PLN, yang akan dijual itu kemungkinan besar adalah penjualan aset pembangkit kepada pihak pengembang listrik swasta (Independent Power Plan/IPP).

“Aku denger sedikit-sedikit ya, sekuritisasi itu akan masuk kalau ada penggarapan yang lebih berupa fix asset, PLN kan ini punya partner IPP,” tutur dia.

Namun demikian, ia mengakui, kemungkinan sekuritisasi aset itu masih kurang diminati oleh para investor. Pasalnya, investor masih mempertimbangan pasar keduanya atau secondary market ketika mau jual aset kembali.

“Beda dengan skema IPO dan obligasi, yang secondary marketnya jelas. Kalau sekuritisasi aset ini investornya belum pasti. Makanya ini yang menjadi pertimbangan kita. Perlu timing yang tepat,” pungkasnya. (ak/headlineislam.com)

Operasi "Mansouri" Siap Hancurkan AS dan Sekutunya

Pasukan Taliban
Headlineislam.com - Menanggapi serangan Amerika Serikat terhadap Taliban, Imarah Islamiyah Afghanistan resmi mengumumkan dimulainya operasi musim semi. Operasi yang fokus melawan pasukan asing ini diberi nama “Operasi Mansouri”, merujuk nama Amir kedua Taliban Mullah Mansour.

Melalui laman resminya Alemarah, Taliban pada Jumat (28/04) mengatakan bahwa jihad yang telah dikobarkan selama 15 tahun tidak membuat AS jera. Meski operasi AS dan koalisinya telah banyak menelan korban.

“Meskipun jihad telah berkobar selama 15 tahun, penjajah asing telah menelan banyak korban dan sejumlah besar koalisi telah menarik diri dari negeri kami. Namun dibawah kepemimpinan AS beberapa negara bersikeras untuk melanjutkan penjajahannya atas Afghanistan,” ungkap Taliban.

Amir Imarah Islamiyah Afghanistan
Menurut Taliban, AS lebih memilih berperang ketimbang berdamai. Hal itu terbukti dengan meningkatnya jumlah pasukan yang diturunkan di Afghanistan dan banyaknya bombardir di kawasan Taliban.

“Mereka menggunakan banyak taktik dan strategi untuk memperpanjang penjajahan terhadap bangsa kami,” tegasnya.

Sebab itulah, Imarah Islamiyah Afghanistan memutuskan untuk mengelar operasi masif guna mengusir pasukan asing dari kawasannya. Operasi yang dinamai Omari ini dimulai sejak Jumat (28/04) dini hari.

“Kami meluncurkan serangan musim semi tahunan melawan pasukan asing dan sekutu dibawah operasi yang bernama Operasi Mansouri,” sambungnya.

Di sisi lain, Taliban juga bercerita perkembangan wilayahnya yang pesat dibawah kepepimpinan Amir ke-2 Taliban Mullah Akhtar Mohammad Mansour Rahimahullah. Hal itulah yang mendorong operasi besar tahun ini menggunakan namanya, “Omari”.

“Fakta bahwa di bahwa kepemimpinan Asy Syahid Amirul Mu’miniin Mullah Akhtar Muhammad Mansour, mujahidin meraih berbagai kemenangan,” pungkasnya.

Selain itu, Taliban tidak lupa meminta dukungan kepada kaum Muslimin agar selalu mendoakan mereka. Dengan harapan tentara asing dapat diusir dari Afghanistan sepenuhnya. (kt/headlineislam.com)

Larang Penggunaan Nama Islami untuk Bayi Muslim, Pemerintah China Dikecam Dunia

Anak-anak Uighur di Xinjiang, China.
Headlineislam.com - Pemerintah Komunis di Xinjiang, China barat, melarang orang tua menamai bayi-bayi mereka dengan nama Islami, salah satunya Muhammad. Larangan itu dikecam aktivis Uighur sebagai tindakan bermusuhan.

Ada 29 nama yang dilarang otoritas China untuk bayi-bayi di wilayah Xinjiang, sebuah wilayah yang didominasi kaum Muslim. Dari 29 nama terlarang itu, beberapa di antaranya adalah Muhammad, Jihad, Islam, Imam, Haji, Turknaz, Azhar, Wahhab, Saddam, Arafat, Medina dan Kairo.

Jika para orang tua nekat menamai bayi mereka dengan nama-nama yang dilarang tersebut, maka anak yang menyandang nama akan ditolak dari akses layanan kesehatan, pendidikan dan layanan sosial yang dibiayai pemerintah China.

Dilxat Raxit, juru bicara kelompok aktivis Kongres Uighur Dunia di luar negeri, kesal dengan larangan dari pemerintah China itu. Menurutnya, larangan itu menjadi kebijakan yang membawa sikap bermusuhan terhadap orang-orang Uighur.

”Orang tua Han (dinasti Han) memilih nama-nama Barat yang dianggap trendi, tapi orang Uighur harus menerima peraturan China atau dituduh sebagai separatis ataupun teroris,” kata Raxit, seperti dilansir AP, Jumat (28/4/2017).

Aturan kontroversial China di wilayah Xinjiang itu pertama kali dilaporkan Radio Free Asia (RFA)—media yang didanai oleh Amerika Serikat (AS). Seorang pejabat Partai Komunis China mengatakan, larangan itu masuk dalam ”Aturan Penamaan untuk Etnis Minoritas”.

”Anda tidak diizinkan memberi nama dengan rasa religius yang kuat, seperti Jihad atau nama seperti itu,” kata seorang pejabat Partai Komunis China kepada RFA, yang berbicara dalam kondisi anonim.

”Yang paling penting di sini adalah konotasi nama, (tidak boleh) berkonotasi perang suci atau splitsm (kemerdekaan Xinjiang),” lanjut pejabat itu.

Pejabat itu menambahkan: ”Berpeganglah pada garis partai, dan Anda akan baik-baik saja. (Orang dengan nama terlarang) tidak akan bisa mendapatkan registrasi rumah tangga, jadi mereka akan keluar dari daftar kantor Hukou saat waktunya tiba.”

Human Rights Watch (HRW) sebelumnya mengutuk larangan yang tidak masuk akal oleh pihak berwenang China ini yang diklaim dapat memerangi ekstremisme.

”Ini hanya yang terbaru dalam serangkaian peraturan baru yang membatasi kebebasan beragama dalam penamaan,” kata Direktur HRW China, Sophie Richardson. (si/headlineislam.com)

Penista Agama Tidak Dihukum Maksimal, Masih Percaya Hukum?


Headlineislam.com - Ribuan massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menggelar aksi simpatik dalam rangka menjaga independensi hakim terkait kasus penistaan agama, Jumat (28/4/2017).

Aksi tersebut dimulai usai shalat jumat di Masjid Istiqlal kemudian longmarch menuju Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pimpinan GNPF MUI Bogor Raya Ustaz Abdul Halim dalam orasinya mengatakan, terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) harus dituntut maksimal yaitu 5 tahun penjara. "Kalau Ahok tidak dihukum 5 tahun, masih percaya tidak dengan hukum?" tanya dia yang dijawab "tidak" oleh massa yang hadir.

Oleh karena itu, pihaknya meminta majelis hakim mengambil putusan maksimal terhadap penoda agama. "Hakim hari ini jadi garda terakhir apakah penista agama dihukum adil atau tidak," ujarnya.

"Semoga hakim benar-benar menjadi garda penegakkan hukum yang adil sehingga jangan sampai ada yang main hukum sendiri," tambahnya.

Rencananya aksi simpatik juga akan digelar di kejaksaan daerah masing-masing mulai 29 April-4 Mei 2017. Pada 5 Mei juga massa akan melakukan aksi yang lebih besar dari Masjid Istiqlal ke Mahkamah Agung RI. (si/headlineislam.com)

Batasan Ceramah di Rumah Ibadah Berhasil Diluncurkan oleh Menag, Ini Poin-poinnya


Headlineislam.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyerukan sembilan poin ceramah di rumah ibadah sebagai respons agar rumah ibadah tak jadi pusat konflik inter maupun antaragama ataupun agitasi politik. Seruan moral ini diharapkan dapat diindahkan para penceramah, pengelola rumah ibadah, dan masyarakat.

Menag menuturkan, seruan tentang ceramah di rumah ibadah ini adalah respons atas fenomena yang bangsa ini hadapi dan berbagai masukan dari masyarakat agar pemerintah bisa bersikap atas fenomena itu.

“Bila tidak arif, rumah ibadah bisa membawa ketegangan dan konflik di masyarakat, terlebih masyarakat Indonesia yang majemuk,” kata Lukman di kantor Kemenag Jalan MH Thamrin, Jumat (28/4/2017).

Di sisi lain, keberagaman adalah anugerah yang patut disyukuri dan dijaga. Kehidupan beragama masyarakat yang stabil, damai, dan rukun adalah syarat berlangsungnya pembangunan menuju Indonesia sejahtera dan bermartabat

Karena itu, Menag menyampaikan sembilan poin seruan ceramah di rumah ibadah yakni:

1. Disampaikan penceramah yang memiliki pemahaman dan komitmen pada tujuan utama diturunkannya agama, yakni melindungi harkat dan martabat kemanusiaan, serta menjaga kelangsungan hidup dan perdamaian umat manusia.

2. Disampaikan berdasarkan pengetahuan keagamaan yang memadai dan bersumber dari ajaran pokok agama.

3. Disampaikan dalam kalimat yang baik dan santun dalam ukuran kepatutan dan kepantasan, terbebas dari umpatan, makian, maupun ujaran kebencian yang dilarang oleh agama mana pun.

4. Bernuansa mendidik dan berisi materi pencerahan yang meliputi pencerahan spiritual, intelektual, emosional, dan multikultural. Materi diutamakan berupa nasihat, motivasi, dan pengetahuan yang mengarah kepada kebaikan, peningkatan kapasitas diri, pemberdayaan umat, penyempurnaan akhlak, peningkatan kualitas ibadah, pelestarian lingkungan, persatuan bangsa, serta kesejahteraan dan keadilan sosial.

5. Materi yang disampaikan tidak bertentangan dengan empat konsensus bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

6. Materi yang disampaikan tidak mempertentangkan unsur SARA yang dapat menimbulkan konflik, mengganggu kerukunan ataupun merusak ikatan bangsa.

7. Materi yang disampaikan tidak bermuatan penghinaan, penodaan, dan/atau pelecehan terhadap pandangan, keyakinan dan praktek ibadah antar/dalam umat beragama, serta tidak mengandung provokasi untuk melakukan tindakan diskriminatif, intimidatif, anarkis, dan destruktif.

8. Materi yang disampaikan tidak bermuatan kampanye politik praktis dan/atau promosi bisnis.

9. Tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku terkait dengan penyiaran keagamaan dan penggunaan rumah ibadah.

Seruan ini diharapakan dapat diperhatikan, dimengerti, dan diindahkan oleh para penceramah agama, pengelola rumah ibadah, dan masyarakat.

Sumber: Republika (ip/headlineislam.com)

Miryam si Gadis Ahok Kini Jadi Buronan KPK


Headlineislam.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasukkan mantan anggota Komisi II DPR Miryan S Haryani ke daftar pencarian orang (DPO).

Miryam merupakan tersangka pemberi keterangan tidak benar dalam sidang perkara korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (KTP-e) dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

"Jadi KPK sudah memasukkan dalam DPO tersangka Miryam S Haryani (MSH), kami kirimkan surat ke Polri hari ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Febri mengatakan, KPK juga meminta Polri membantu menangkap wanita yang dikenal sebagai juru bicara Ahok-Djarot dan salah satu pendiri Gadis Ahok itu. "Jika penangkapan sudah dilakukan maka itu diserahkan ke KPK dan kami akan berkoordinasi lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya, menurut Febri, KPK sudah memberi Miryam kesempatan mendapat panggilan secara patut dan menjadwal ulang pemeriksaan ketika pengacaranya mengatakan dia sakit. Namun, Febri mengatakan, tersangka belum juga memenuhi panggilan.

Oleh karena itu, ia melanjutkan, KPK memandang perlu menerbitkan surat DPO untuk tersangka Miryam dan mengirimkannya kepada Polri.

"Kalau memang ada informasi-informasi dari masyarakat atau dari pihak-pihak lain terkait dengan keberadaan tersangka, itu dapat disampaikan kepada kantor Kepolisian yang terdekat karena kami hari ini sudah kirimkan surat DPO tersebut kepada Polri dan tentu kami berkoordinasi juga dengan pihak Polri terkait hal ini," tandasnya. (si/headlineislam.com)

Al-Qur’an Kuno Bukti Islam Masuk Papua Sejak 1224 M

Raja Patipi ke XVI, H. Ahmad Iba (berpeci putih) menunjukkan Al-Qur’an kuno di rumahnya di Fakfak, Papua.
Headlineislam.com - Islam ternyata telah masuk ke tanah Papua sejak 17 Juli 1224 M. Salah satu peninggalannya yang tersimpan adalah Al-Qur’an kuno. Hal itu diungkapkan oleh raja Patipi ke XVI, H. Ahmad Iba. Ia mengatakan bahwa Islam masuk ke Papua dibawa oleh Syaikh Iskandar Syah atas mandat Syaikh Abdur Rauf dari kerajaan Pasai.

“Syaikh Iskandar Syah melakukan perjalanan dakwah dan tiba di Messia atau Mes kerajaan Patipi awal ketika itu bertemu dengan orang bernama Kris Kris,” katanya kepada Kiblat.net di kediamannya, Fakfak, Papua.

“Dan beliau (Syaikh Iskandar Syah;red) mengajarkan apabila kalian ingin selamat, ingin sejahtera, kalian harus mengenal alif lam lam ha (Allah), dan mim ha mim dal (Nabi Muhammad SAW) dan dilanjutkan dengan pembacaan syahadat,” tuturnya

Ahmad Iba juga mengatakan, Syaikh Iskandar Syah oleh bapak Kris kris tiga bulan kemudian dia diangkat menjadi imam pertama. Dan Kris Kris menjadi Raja Patipi awal. Namun, beberapa tahun kemudian di Messia terjadi tsunami dan melenyapkan masjid serta beberapa warga sekitar.

Raja Patipi ke XVI, H. Ahmad Iba menunjukkan Al-Qur'an kuno di rumahnya di Fakfak, Papua.
“Dan beberapa tahun kemudian, terjadi tsunami maka seluruh Masjid dan isinya beserta penduduk sebagian ditelan bumi kecuali Kitab Al-Quran dan beberapa kitab fiqih, tauhid yang diselamatkan oleh Syaikh Iskandar Syah,” ujarnya.

Hingga saat ini Al-Quran dan beberapa kitab lain masih tersimpan di rumah Ahmad Iba. Meski sudah terlihat lusuh, ia tetap menjaganya dengan menaruh di lemari kaca.

“Saya pakai lemari kaca, kasih masuk. Baru kasih masuk obat. Supaya jaga tidak ada rayap makan,” ujarnya dengan logat Papua.

Selain itu, dai asal Papua, Ustadz Fadlan Garamatan menegaskan bahwa adanya Al-Quran yang sudah berumur ratusan tahun itu menunjukkan adanya Islam di Papua. Namun, karena kekurangan dai, sehingga berita tersebut tidak tersebar luas.

“Ini bukti autentik yang menunjukkan pada dunia dan bangsa Indonesia bahwa Islam itu berada di Nuu waar (Papua). Tetapi karena kurangnya dai, kurang guru seakan di negeri itu tidak ada Islam. Alhamdulillah, AFKN bagian daripada dakwah terus melanjutkan sampai Allah membuka tabir baru bagi perjalanan dakwah di negeri ini,” tuturnya. (kt/headlineislam.com)

Usut Pelaku Teror kepada Ulama, Komnas HAM Setuju Dibuat Tim Investigasi

Sejumlah tokoh Presidium Alumni 212 dan Komisioner Komas HAM berfoto bersama. (foto: suara islam)
Headlineislam.com - Komnas HAM setuju pembentukan tim investigasi terkait kasus kriminalisasi serta terorisasi terhadap ulama dan aktivis yang aktif menyuarakan keadilan hukum terkait kasus penistaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Hal tersebut disampai saat pertemuan dengan sejumlah tokoh dari Presidium Alumni 212 di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017).

Komisioner Komnas HAM  Natalius Pigai mengatakan, penyampaian pendapat dan berserikat untuk menyatakan aspirasi itu dilindungi undang-undang. "Karenanya, berdasarkan undang-undang tersebut, negara harus membuka akses seluas-luasnya untuk menerima aspirasi dalam penyampaian pendapat tersebut," ujarnya.

Ia menyebutkan sejumlah kasus diantaranya, kasus kriminalisasi ulama seperti tokoh GNPF MUI Habib Rizieq, KH Bachtiar Nasir, Munarman juga KH Muhammad al Khaththath yang ditangkap. Adanya teror seperti penembakan ke rumah Habib Rizieq oleh sniper juga peledakan mobil di pengajian. Termasuk kasus penyidik KPK Novel Baswedan yang disiram air keras, juga para buruh yang dikriminalisasi dipersulit memperjuangkan haknya.

Oleh karena itu, terkait adanya kriminalisasi dan terorisasi tersebut, menurut Pigai, tidak boleh dibiarkan. "Komnas HAM akan menyampaikan kepada tim komisioner untuk membentuk tim investigasi untuk mengusut kriminalisasi terorisasi tersebut," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Natalius Pigai didampingi komisioner lainnya yaitu Prof. Dr.Hafid Abbas beserta dua orang staffnya. Sementara dari Presidium Alumni 212 diwakili oleh Prof Dr Amien Rais, Dr Eggi Sudjana SH, Ahmad Michdan, Ustaz Ansufri Idrus Sambo, Ustaz Hasri Harahap, Faizal Assegaf dan lainnya. (si/headlineislam.com)