Warga Yaman Dihukum 21 Tahun karena Menghina Islam


Headlineislam.com - Pengadilan di Arab Saudi menjatuhkan hukuman 21 tahun penjara kepada seorang warga Yaman. Ia dihukum karena menghina ajaran Islam dan kerajaan. Hukuman tersebut diumumkan ke publik pada Ahad (15/1).

Sebagaimana dilaporkan Eblnews pada Ahad (15/1) waktu setempat, menurut pengadilan, warga Yaman yang tidak disebutkan namanya itu telah lolos dari hukuman mati. Sebab, orang yang murtad dan menghina Islam biasanya dihukum mati sesuai tradisi.

Pengadilan juga telah membuktikan warga Yaman tersebut menghina Islam, Muslim dan para sahabat nabi. Ia juga menyebut Arab Saudi sebagai penguasa penindas. Lebih parah dari itu, ia menyebut ucapan nabi adalah takhayul.

Seperti yang diketahui, Arab Saudi menerapkan peraturan Islam dengan sangat ketat. Mereka juga menjatuhkan hukuman mati kepada orang yang melanggar peraturan.

Orang-orang yang dijatuhi hukuman mati di antaranya yang melakukan pembunuhan, perampokan bersenjata, perdagangan narkoba, pemerkosaan, mengunakan ilmu sihir dan murtad. (rp/headlineislam.com)

Budhis Gagalkan Acara Muslim Myanmar


Headlineislam.com - Bulan ini sudah dua kali kelompok Buddhis garis keras membubarkan kegiatan masyarakat Muslim di Myanmar. Masyarakat Muslim harus rela membatalkan acara keagamannya karena diprotes Buddhis garis keras.

Acara keagamaan masyarakat Muslim digelar di Kota Pyay di wilayah Bago, Myanmar. Letaknya sekitar 440 km ke arah barat laut dari Ibu kota Myanmar, Yangon. Kegiatan yang digelar masyarakat Muslim tersebut dibatalkan di menit-menit terakhir.

Sebagaimana dilansir dari Anadolu pada Senin (16/1), dilaporkan pihak berwenang sudah mengizinkan masyarakat Muslim menggelar acara keagamaan. Mereka dizinkan untuk menggelar acara selama tiga jam pada Ahad (15/1).

Keputusan tersebut didapat setelah proses negosiasi. Akan tetapi, pada akhirnya kelompok Buddhis garis keras menuntut agar acara sepenuhnya dibatalkan.

"Padahal kami telah menggelar acara setiap tahun dengan damai," kata anggota komite acara festival masyarakat Muslim, Kyaw Naing.

Kyaw menegaskan, pihaknya setuju untuk membatalkan acara masyarakat Muslim. Sikap ini diambil untuk menunjukan Islam adalah agama yang damai bagi masyarakat Myanmar dan dunia. "Meski sebenarnya otoritas setempat sudah memberikan izin kepada kami," ujarnya.

Sebelumnya, sebagaimana dilaporkan frontiermyanmar, Buddhis garis keras menghentikan kegiatan keagamaan masyarakat Muslim di Yangon, Myanmar pada Ahad (8/1). Puluhan orang dipimpin oleh biksu yang berbaris di Yangon menghalangi orang-orang Muslim merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Kami sudah merayakan festival ini sepanjang hidup saya, sekarang nampaknya ada serangan terhadap kebebasan beragama," kata Kyaw.

Ia mengungkapkan, para biksu berusaha menghentikan kegiatan keagamaan umat Islam tanpa mengatakan apa-apa. Mereka tidak menjelaskan kesalahan apa yang telah diperbuat masyarakat Muslim sehingga harus melarang kegiatan Maulid Nabi. (rp/headlineislam.com)

Ribuan Umat Islam Baiat untuk Satu Komando Perjuangan


Headlineislam.com - Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath menyampaikan tiga pesan Habib Rizieq Syihab untuk umat Islam. Tiga pesan itu disampaikan Ustaz Al Khaththath dalam Tabligk Akbar Politik Islam ke-7 di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad pagi (15/01/2017).

“Pertama, kita wajib menang di Media Sosial. Bully siapapun yang menyerang Islam, ulama dan calon pemimpin Muslim,” seru Ustaz Al Khaththath.

Pesan kedua, umat Islam wajib menang di persidangan Ahok. Karena itu setiap Selasa umat Islam harus terus mendukung hakim untuk memenjarakan Ahok. “Apalagi Ahok sudah mengaku bila yang ada dalam video itu adalah dirinya,” tambahnya.

Ketiga, Habib Rizieq berpesan agar umat Islam memenangkan Pilgub. “Saat ini pilihan masyarakat Jakarta ada dua pasang, nomor satu dan tiga. Nanti pilih salah satunya saja,” ungkapnya.

Agar umat Islam berada dalam satu komando perjuangan, Ustaz Al Khaththath meminta ribuan jamaah yang hadir untuk berdiri dan mengucapkan sumpah setia (baiat). “Ini baiat untuk perjuangan,” katanya.

Lalu ribuan massa berdiri dan menirukan kalimat yang diucapkan Ustaz Al Khaththath.
“...Saya bersumpah demi Allah Yang Maha Agung. Saya siap berjuang mengorbankan harta dan jiwa untuk bela Allah, untuk bela Rasulullah, untuk bela Alquran, untuk bela syariat, untuk menegakkan syariat di bumi pertiwi dan saya siap berjuang memenangkan gubernur Muslim Jakarta, Presiden Muslim Indonesia.

Saya berjanji akan mengikuti komando perjuangan yang diberikan oleh Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Syihab dengan ikhlas dan bertawakal kepada Allah dalam rangka mencari ridha Allah. Semoga Allah menjadi saksi dari yang aku ucapkan. Alhamdulillahirrabil Alamin...”
(si/headlineislam.com)

Kami Siap Perang Bela Islam Bila Polisi Tak Berani Tangkap Pelaku Penghadangan Wasekjen MUI


Headlineislam.com - Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu menggelar aksi damai mendesak pengusutan kasus penghadangan dan penyerangan terhadap Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain. Aparat diminta menangkap aktor intelektualnya.

KH Tengku Zulkarnain diundang oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, untuk memberikan ceramah dalam acara Maulid Nabi Muhammad pada Kamis (12/01). Namun, ketika pesawat yang membawa Wasekjen MUI itu mendarat di Bandara Susilo Sintang puluhan orang yang mengaku dari Forum Pemuda Dayak Sintang Kalbar melakukan penghadangan.

Mereka menarik-narik baju KH Tengku Zulkarnain dan sebilah mandau sempat diayunkan ke arahnya. Beruntung, senjata tajam tradisional itu tak mengenai ulama tersebut.

Merespon penghadangan dan penyerangan tersebut, umat Islam Kalimantan Barat berkumpul di sekitar Masjid Raya Mujahidin Pontianak usai shalat Jumat (13/01). Mereka kemudian bergerak ke Mapolda Kalimantan Barat, menuntut aparat keamanan untuk mengusut tindakan pencekalan yang dilakukan oleh puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Pemuda Dayak Sintang Kalbar.

Mereka kemudian bergerak ke arah Mapolda Kalimantan Barat (Kalbar), untuk menuntut penindakan terhadap pelaku penghadangan dan penyerangan terhadap KH Tengku Zulkarnain. Sejumlah peserta aksi juga terlihat membawa poster spanduk bertuliskan pembelaan terhadap ulama. Aksi di depan Mapolda Kaltim diwarnai dengan orasi-orasi dari sejumlah tokoh.

Sejumlah perwakilan umat Islam kemudian diberi kesempatan untuk berdialog dengan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak. Pertemuan digelar mulai pukul 14.00 hingga pukul 16.30.

“Meminta Kapolda Kalbar agar menangkap pelaku pencekalan tersebut dan aktor intelektualnya juga harus ditangkap,” kata perwakilan Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu, Muhammad Iskandar Alkadrie usai pertemuan.

Alkadrie, yang juga ketua DPD FPI Kalbar, menambahkan bahwa arapat seharusnya segera menindak para pelaku penyerangan dan penghadangan KH Tengku Zulkarnain. Umat Islam Kalimantan Barat menyadari bahwa Indonesia adalah negara hukum, karenanya mereka memilih untuk mendatangi pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut.

“Kalau molor tentunya umat Islam akan punya reaksi lebih dari yang sekarang,” imbuhnya.

Umat Islam Kalimantan Barat pun diimbau untuk tetap menjaga keutuhan. Selain itu, kaum musimin juga diminta agar terus merapatkan barisan.

“Kalau tidak ada tindakan dari penegak hukum, kami serukan umat wajib membela ulama,” tandas Alkadrie. (kt/headlineislam.com)

Pemerintah Gusar! Ceramah Habib Rizieq Tahun 2011 Baru Dipermasalahkan Sekarang dan Akan Dijadikan Tersangka


Headlineislam.com - Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan memastikan jajaran penyidiknya segera menentukan status hukum Habib Muhammad Rizieq Shihab dalam kasus dugaan pelecehan terhadap Pancasila.

Sejauh ini, keterangan yang disampaikan Rizieq pada pemeriksaan Kamis kemarin, masih dilakukan pendalaman untuk dikonfrontasi dengan saksi-saksi lainnya. Di samping itu, penyidik juga akan melengkapi bukti-bukti lain dalam perkara ini.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, bersangkutan (Habib Rizieq) akan dijadikan tersangka,” kata Irjen Anton Charliyan di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Jumat, 13 Januari 2017.

Kapolda sebelumnya menyebut Habib Rizieq tidak kooperatif pada pemeriksaan kemarin. Saat diperiksa penyidik, Anton mengatakan, Rizieq Shihab membantah telah menistakan simbol negara dalam video dakwahnya berdurasi dua menit pada 2011 di Gedung Sate dengan dalih bukti rekaman tersebut diedit.

“Yang bersangkutan kurang kooperatif dalam pemeriksaan. Dia menyatakan bahwa, ‘Saya kalau ceramah itu 1 jam, sedangkan yang kita perlihatkan 2-3 menit’,” kata Anton.

Bahkan, lanjut Anton, Habib Rizieq enggan mengakui meski bukti otentik yang telah diverifikasi lewat saksi ahli diperlihatkan.

Sebelumnya, Habib Rizieq menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat terkait dugaan penodaan Pancasila sebagai simbol negara. Habib Rizieq datang didampingi lima orang tim pengacaranya, serta dikawal ribuan simpatisannya.

Habib Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri atas dugaan penodaan simbol negara Pancasila. (pm/headlineislam.com)

Banyaknya Media Sosial yang Diblokir, Keberpihakan Rezim Jokowi Kepada Masyarakat Dipertanyakan


Headlineislam.com - Rezim Jokowi dianggap represif terhadap masyarakatnya sendiri, terlebih kepada para netizen atau penikmat media sosial. Tidak hanya itu, pemerintahan ini juga dianggap tidak tentram menanggapi fenomena kritis yang tengah berjalan di masa pendewasaan demokrasi di Indonesia.

"Harusnya tidak perlulah terlalu gimana-gimana. Saya lihat pemerintahan saat ini terlalu begitu. Agak rileks saja.

Ini kan dinamika sosial yang tengah terjadi. Pengelolaannya harus dengan lentur," kata Effendi Simbolon, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Menurut politisi PDIP ini, masyarakat Indonesia seharusnya diperlakukan dengan baik jika da hal-hal yang ingin diberi tahu. "Masyarakat Indonesia ini kan budayanya diajak dengan baik-baik saja. Ke depan akan baik," sambungnya.

Bila pemerintah tetap grasak grusuk menghadapi masyarakat, khususnya di media sosial maka justru menurutnya akan dipertanyakan apakah Jokowi berpihak kepada mereka.

"Justru sebaliknya, nanti dipertanyakan di manakah ruang publik mereka. Anggap saja di media sosial itu masyarakat mempunyai ruang politik atau partainya sendiri. Dan ini fenomena baru menurut saya. Santai saja," tutupnya. (vi/headlineislam.com)

Tim Penasehat Ahok Bertendensi Menghancurkan Sistem Hukum di Indonesia


Headlineislam.com - Persidangan tindak pidana penodaan agama oleh calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah sampai tahap pemeriksaan saksi-saksi pelapor. Dalam hal ini, Sekertaris Umum Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman mencatat sejumlah keganjilan dalam beberapa proses persidangan yang sudah berlangsung.

Pertama, ia mengatakan bahwa pihak Ahok sebagai terdakwa selalu berupaya membangun opini dengan menyampaikan pernyataan dan pertanyaan yang berbanding terbalik dengan pokok perkara dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

“Sehingga persidangan tidak fokus pada pokok perkara dan diduga Ahok membangun opini untuk kepentingan politiknya pribadi,” katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Jum’at (13/01).

Kedua, tim penasehat hukum Ahok lebih banyak mengejar dan mempertanyakan hal-hal yang terkait dengan pribadi saksi-saksi dan bertendensi menghancurkan kredibilitas saksi-saksi.

“Padahal, saksi pelapor adalah korban. Bahkan ada ancaman dari pihak terdakwa untuk mempidanakan para saksi. Tindakan ini akan merusak sistem hukum di Indonesia,” jelasnya.

Maka, ia meminta agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) berperan aktif untuk mengcounter pertanyaan penasehat hukum Ahok yang tidak relevan dengan persidangan.

“Atas adanya kondisi di atas kami meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar lebih berperan aktif secara maksimal meng-counter pertanyaan dan pernyataan yang tidak relevan dari pihak terdakwa dalam persidangan,” tegasnya.

“Hal ini perlu dilakukan demi menjaga marwah dan martabat persidangan yang terhormat dan JPU adalah pengacara negara yang harus mempertahankan kebenaran Surat Dakwaan,” tandasnya. (kt/headlineislam.com)

Khawatir Dihancurkan, AS Sejajarkan Ikhwanul Muslimin dengan ISIS dan Al-Qaidah


Headlineislam.com - Calon Sekretaris Negara era presiden AS Donald Trump, Rex Tillerson, mengatakan bahwa pemerintahannya akan menempatkan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) dalam sebuah organisasi yang disebut sebagai “Islam Radikal”, sebagaimana organisasi ISIS dan Al-Qaidah.

Tillerson menambahkan bahwa mengalahkan ISIS menjadi prioritas pertama dan paling penting dalam kebijakan Trump di Timur Tengah. Selain itu, negara, organisasi maupun individu yang menyediakan dukungan untuk organisasi teroris akan dikenai “konsekuensi serius” atas hal tersebut.

Pada bulan Februari silam, Kongres AS membuat sebuah rancangan untuk memasukkan organisasi Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris. Sementara itu, Kepala Komite Kehakiman dalam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Bob Goodlatte mendesak agar organisasi Ikhwanul Muslimin dimasukkan dalam daftar teroris. Menurutnya, organisasi itu memiliki pemikiran terorisme dan menimbulkan ancaman bagi warga AS dan keamanan nasional.

Di sisi lain, Anne Patterson, asisten menteri luar negeri untuk urusan Timur Tengah di era Obama, mengatakan pada April lalu, bahwa posisi pemerintah AS dan Departemen Luar Negeri selama beberapa tahun terakhir terhadap Ikhwanul Muslimin adalah tidak menganggapnya sebagai organisasi teroris .

Patterson menambahkan bahwa Ikhwanul Muslimin sejak bertahun-tahun lalu menolak kekerasan, dan mereka juga memiliki partai politik yang memiliki legitimasi di banyak negara Timur Tengah. Meskipun diketahui, Pemerintah Mesir pada akhir 2013 telah menetapkan organisasi tersebut sebagai teroris dan melarang seluruh kegiatannya. (kt/headlineislam.com)

Bubarkan Partai Pendukung Komunis!


Headlineislam.com - Pimpinan Majelis Al Ihya Bogor KH Muhammad Husni Thamrin hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Raya Bogor, Jumat (13/1/2017).

Menurut Kyai yang akrab disapa Abi Thamrin itu, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi musuh terbesar yaitu gerakan komunis.

Abi mengatakan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) sejak dahulu adalah musuh NKRI. PKI adalah pengkhianat Negara dan Bangsa. “Sejak tahun 60-an Indonesia dikuasai PKI dan kejahatan PKI tidak bisa diampuni. PKI haram tinggal di bumi Indonesia," tegasnya.

Ia menyebutkan tiga tuntutan masyarakat kepada pemerintah. “Kita Bangsa Indonesia menuntut 3 tuntutan. Pertama, Kembalikan Undang-undang Dasar 1945 kepada aslinya. Kedua, Laksanakan Tap MPRS No.XXV/1966. Ketiga, Bubarkan semua partai-partai yang melindungi gerakan PKI”, ujarnya.

Ia mengimbau agar bangsa Indonesia terus berdoa demi Persatuan dan Kesatuan NKRI yang harus kita pertahankan.

“Gerakan KPI sudah menyebar dimana-mana. Maka dari itu doakanlah agar NKRI terus bersatu. Karena ingatlah doa adalah intisarinya ibadah. Doa adalah otaknya ibadah”, tutupnya kepada ratusan jamaah Tabligh Akbar. (si/headlineislam.com)

Ahli Hukum MUI: Kriminalisasi Karya Ilmiah Habib Rizieq Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan


Headlienislam.com - Ahli Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr Abdul Chair Ramadhan menyatakan, pemeriksaan terhadap Habib Rizieq Shihab merupakan bentuk ‘kriminalisasi’ terhadap karya ilmiah. Ia juga menyebut, pemeriksaan oleh Polda Jawa Barat itu termasuk tindakan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power).

“Bagaimana mungkin suatu hasil penelitian ilmiah berupa tesis yang telah diujikan kemudian diragukan, dipertanyakan, dan bahkan dijadikan objek pemeriksaan atas laporan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima hidayatullah.com, Kamis (12/01/2017).

Chair menjelaskan, perihal rumusan Pancasila yang dikaji secara ilmiah oleh Habib Rizieq adalah sah dan sesuai dengan fakta historis.

Adapun pendapat menyangkut hari lahir Pancasila, apakah tanggal 1 Juni atau 22 Juni secara akademik terbuka ruang untuk didiskusikan (debatable) dan hal yang lumrah dalam dunia akademik.

“Tesis adalah pendapat ahli, yang apabila diakui akan menjadi doktrin. Doktrin merupakan salah satu sumber hukum yang sah. Bagaimana mungkin suatu tesis menjadi objek pemeriksaan oleh penyidik Polri,” paparnya.

Ia menegaskan, bahwa hasil penelitian ilmiah dengan berbagai dimensi kritikannya bukan termasuk perbuatan pidana.

Chair juga mempertanyakan, jika suatu tesis dapat dipidanakan, lalu bagaimana dengan dosen pembimbing, para penguji, universitas terkait, dan bahkan terhadap pendapat para pakar yang mendukung, apakah semuanya itu dapat dikategorikan melakukan tindak pidana?.

Karenanya, ia berkesimpulan, pemeriksaan terhadap Habib Rizieq tidak berdasarkan alasan yuridis.

“Pemeriksaan tersebut penuh dengan rekayasa untuk memuaskan pihak-pihak tertentu dan memang berkepentingan untuk melemahkan perjuangan umat Islam,” ungkapnya.

Menurutnya, kriminalisasi tersebut juga menjadi preseden buruk dalam dunia pendidikan akan terbelenggunya kajian-kajian kritis.

Sebelumnya diketahui, Habib Rizieq dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri karena dianggap telah menghina Pancasila dan Soekarno dalam salah satu ceramahnya di daerah Jawa Barat.

Sebelumnya, Habib Rizieq mengatakan menampik jika hasil tesisnya terkait Pancasila dan syariat Islam disebut penghinaan. Karena ia hanya menyampaikan tentang sejarah lahirnya Pancasila yang juga merupakan hasil karya ilmiahnya sewaktu studi magister di Universitas Malaya, Malaysia. (hd/headlineislam.com)

GMBI Anarkis, FPI Diserang Usai Sidang Habib Rizieq


Headlineislam.com - Massa aksi damai ormas Islam yang mengawal pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mapolda Jawa Barat diserang oleh sekelompok orang yang diduga oleh massa Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang pada saat yang melakukan aksi menentang Habib Rizieq.

Habib Rizieq sendiri usai pemeriksaan menghimbau massa pendukungnya untuk pulang dengan tertib. "Saya ucapkan terima kasih banyak buat massa yang hadir, dan saya himbu agar pulang dengan tertib. Mari kita pulang ke rumah masing-masing, dan jangan meladeni jika ada provokasi," pesannya.

Suasana yang awalnya berjalan kondusif selepas Habib Rizieq meninggalkan Mapolda Jabar, akhirnya menjadi ricuh akibat serangan tersebut.

Kericuhan terjadi karena salah satu mobil yang membawa rombongan FPI diserang. "Saat mau pulang suasana kondusif, kita juga sambil bershalawat mengawal Habib Rizieq keluar," ujar Ustaz Hasri Harahap, salah satu peserta aksi kepada Suara Islam Online, Kamis (12/1/2017).

Namun, kata dia, saat rombongan keluar, massa paling belakang itu diserang oleh massa GMBI. "Mereka yang menuntut agar Habib tidak keluar lagi alias ditahan usai pemeriksaan. Dan kericuhan ini supaya mencitrakan FPI di media sebagai kelompok anarkis," tambah Ustaz Hasri.

Akibat serangan tersebut, beberapa orang pendukung FPI mengalami luka-luka dan satu buah mobil Kijang Inova berwarna hitam, yang membawa rombongan FPI mengalami kerusakan. (si/headlineislam.com)