Di Era Jokowi, Aliran Kepercayaan Setara dengan Agama

Sumber foto Viva.co.id
Headlineislam.com - Pencantuman aliran kepercayaan di kolom agama Kartu Tanda Peduduk (KTP) telah menimbulkan polemik. Ketidaksukaan dan intoleransi terhadap ajaran kepercayaan di luar lima agama resmi negara pun muncul kepermukaan.

Salah satunya dilontarkan oleh anggota Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anton Tabah Digdoyo.

Anton memandang aliran kepercayaan sebagai hal negatif yang tak boleh berkembang di Indonesia. Pasalnya, NKRI adalah negara beragama bukan negara penghayat aliran kepercayaan.

“Keputusan MK itu menandakan negeri ini mundur ke zaman batu, animisme-dinamisme bakal tumbuh subur lagi di Indonesia, di era sains yang semakin maju," ujar Anton dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/11).

Menurut Anton, rezim Orde Baru tak pernah menginginkan aliran kepercayaan berkembang.Bahkan, Presiden Soeharto saja, pernah mengatakan kepadanya bahwa aliran kepercayaan pada akhirnya harus hilang dan menginduk ke agama-agama yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Salah satu tujuan pembentukan MUI oleh saat Presiden Soeharto memimpin, ujar Anton, adalah untuk menghindari kesetaraan antara agama dan aliran kepercayaan.

"Jadi dengan disahkannya aliran kepercayaan setara dengan agama ini. Berarti MUI dan lembaga-lembaga agama telah kalah," tegasn mantan ajudan Pak Harto itu.

Anton pun berharap pemerintahan Joko Widodo-Jusu Kalla segera menyadari potensi konflik akibat putusan MK tersebut.

Menurutnya, kemajemukan bangsa Indonesia tak perlu ditambah rumit lagi dengan memberi ruang bagi aliran kepercayaan.

"Bangsa Indonesia ini sangat majemuk, namun karena dilegalkannya aliran kepercayaan, justru makin rentan konflik horizontal," pungkasnya. (jpc/headlineislam.com)

Perbedaan Besar Salafi dengan Gerakan Islam


Oleh : Ustad Abu Muhammad Waskito

Bismillah. Perbedaan utamanya adalah: terkait posisi pemerintah sekuler di negeri-negeri Muslim.

Salafi memandang pemerintah sekuler sebagai pemerintah islam (Ulil Amri) selagi pimpinannya punya KTP Muslim, dan di negeri itu dibolehkan syi’ar-syi’ar islam seperti adzan, sholat jamaah, sholat Jum'at, dll. Padahal, dinegara-negara kafir (semisal: rusia, eropa, amerika, beijing, bahkan hindia sekalipun) dibolehkan azan berkumandang. 😊

Sedangkan GERAKAN ISLAM memandang pemerintah sekuler bukam pemerintah islam (bukan Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah). Oleh karena itu pemerintah sekuler harus diubah menjadi PEMERINTAH ISLAMI.

Dasar GERAKAN ISLAM adalah:

(1). Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menegakkan PEMERINTAH ISLAMI berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah di Madinah, Makkah, dan sekitarnya.

(2). Khulafaur Rasyidin Radhiyallahu’anhum menegakkan PEMERINTAH ISLAMI di zamannya, hingga meluas ke Jazirah, Mesir, Persia, Syam, Asia Tengah, dll.

(3). Selama RIBUAN TAHUN, para Sultan, Khalifah, Amirul Mukminin, menegakkan PEMERINTAH ISLAMI yaitu Daulah Umawi, Khilafah Abbassiyah, Daulah Umawi Barat (Andalusia), Daulah Saljuq, Daulah Mamluk, Khilafah Turki Utsmani, dan kerajaan kerajaan Islam di seluruh dunia (termasuk kerajaan Islam Nusantara).

Gerakan Islam ingin menegakkan KEDAULATAN SYARIAT di muka bumi. Sedangkan Salafi menerima keadaan yang ada, sekalipun Syariat Islam tidak tegak.

FAKTA besar KEDAULATAN ISLAM selama ribuan tahun di atas hendak disembunyikan dengan alasan “pemimpin ber-KTP Muslim dan ada syi‘ar islam semisal adzan, dll”

Inilah sejatinya PERBEDAAN BESAR antara Salafi dan Gerakan Islam. Kecuali SALAFI HAROKI yang juga peduli dengan tegakknya KEPEMIMPINAN ISLAMI (mereka ini bagian dari GERAKAN ISLAM juga, hanya corak aqidahnya seperti Salafi dalam masalah SIFAT-SIFAT ALLAH).

SEBAIKNYA kita menyedikitkan debat dengan Salafi, karena perbedaan itu SUDAH JELAS, tidak perlu dibuat panjang dan berliku-liku.

Biasanya kalau kita menegakkan AQIDAH di atas, kita cepat-cepat dituduh sebagai Khawarij atau Takfiri. Padahal: Kita tidak peduli soal STATUS PEMIMPIN itu apakah dia Muslim atau kafir; tapi kita meyakini WAJIB HUKUMNYA menegakkan Syariat Islam seperti Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Khulafaur Rasyidin Radhiyallahu’anhum, para Khalifah/Sultan Muslimin.

Semoga bermanfaat, wallahu a'lam. (amw/headlineislam.com)

Pihak Setnov Serang KPK


Headlineislam.com - Bareskrim Polri mulai menyidik kasus dugaan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang dalam penyidikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Setya Novanto di KPK. Selain dua pimpinan KPK Saut Situmorang dan Agus Rahardjo, 24 penyidik yang menangani kasus Novanto juga dilaporkan sebagai pihak terlapor.

"(Yang dilaporkan,-red) semua penyidik yang menangani kasusnya Setya Novanto, 24 orang, termasuk direkturnya juga. Plus direktur," kata kuasa hukum Setya Novanto, Frederich Yunadi, Jakarta, Rabu (8/11).

Frederich menceritakan, pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim Polri tentang dimulainya penyidikan dugaan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK Saut Situmorang, Agus Rahardjo dan kawan-kawan, terkait penanganan kasus Setya Novanto di KPK.

Dalam SPDP tersebut, Saut Situmorang, Agus Rahardjo dan kawan-kawan diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 263 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau Pasal 421 KUHP.

Menurut Frederich, sebagaimana SPDP dari Bareskrim itu, maka pihak terlapor dapat dikatakan telah berstatus tersangka.

"Jadi, Agus Raharjo, Saut Situmorang sudah menjadi terduga pelaku tindak pidana. SPDP itu kan berarti dia sudah calon tersangka. Terduga itu kan sama dengan tersangka sebetulnya," kata dia.
Penyidikan kasus tersebut berawal atas adanya dilaporan dari Sandy Kurniawan ke Bareskrim Polri pada 9 Oktober 2017.

Sandy Kurniawan Singarimbun merupakan advokat yang bernaung dalam kantor hukum milik Frederich Yunadi, Yunadi and Associates.

"Saya hanya punya kapasitas menjelaskan bahwa laporan kami yang diwakilkan oleh rekan saya (Sandy Kurniawan) sudah diproses hingga sampai begitu profesional oleh Polri. Saya salut, memang Polri sekarang sudah beda sama zaman dulu. Sekarang canggih, apapun kejahatan itu, Polri bisa ungkap," kata Frederich.

Menurut Frederich, dugaan pemalsuan dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Saut Situmorang, Agus Rahardjo dan kawan-kawan berkaitan surat pencegahan bepergian keluar negeri, Surat Perintah Penyidikan dan SPDP untuk Setya Novanto dari KPK.

Namun, Frederich menolak menjelaskan di mana letak pelanggaran yang dilakukan oleh pihak terlapor atas penerbitan surat-surat terkait kasus Setya Novanto itu.

"Bukti kami sudah diserahkan ke penyidil dan tidak kami buka karena itu mempengaruhi pemeriksaan," katanya.

Frederich berharap pihak-pihak terlapor dalam kasus ini akan patuh terhadap hukum, termasuk memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik Bareskrim Polri.

"Tergantung KPK-nya sekarang mematuhi hukum nggak? Kan yang dipanggil banyak itu," kata Frederich.

"Kami hanya menunggu bagaimana proses hukum. Kami harapkan dalam waktu secepat-cepatnya mereka iti diberkas, dikirim kepada jaksa, kemudian disidangkan.

Frederich mengungkapkan, selain kasus dugaan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang, pihaknya juga telah melaporkan dugaan pidana lainnya yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK dan penyidik ke Bareskrim Polri. Ia juga telah menyiapkan dua laporan dugaan pidana lainnya.

"(Terlapor) pimpinan dan penyidik. Sebentar lagi akan naik (ke penyidikan) dalam waktu dekat. Dan akan ada dua LP (Laporan Polisi) yang mau masuk," akunya.

Meski begitu, ia menolak menjelaskan dugaan pidana dari laporan-laporan tersebut.

"Saya beritahukan kepada seluruh masyarakat, bahwa apa yang dilakukan ini adalah sesuai koridor hulum. Kami bukan pencipta hukum, tapi saya hanya menjalankan hukum," kata Frederich. (tn/headlineislam.com)

Amerika dan Sekutunya "TAKUT" dengan Nuklir Korea Utara

Senjata Nuklir Korea Utara
Headlineislam.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis mengatakan, ia tidak dapat membayangkan AS mau menerima program nuklir Korea Utara (Korut). Ia juga memperingatkan bahwa program nuklir Korut dan rudalnya yang terus maju akan merusak keamanan negara tersebut, bukan malah memperkuat keamanannya.

Mattis sangat menderita dalam perjalanan selama seminggu ke Asia untuk menekankan bahwa diplomasi adalah pilihan Amerika. Ia memperingatkan Pyongyang jika militernya tidak setara dengan aliansi AS dan Korea Selatan.

Diplomasi itu paling efektif ketika didukung oleh kekuatan militer yang kredibel. "Jangan membuat kesalahan dengan  melakukan serangan ke Amerika maupun sekutunya sebab akan kalah. Penggunaan senjata nuklir apa pun oleh Korea Utara akan disambut dengan respons militer besar-besaran yang efektif dan luar biasa, " kata Mattis, Sabtu, (28/10).

Menurut Mattis, perilaku pemimpin Korut Kim Jong Un tidak memberi banyak waktu bagi AS untuk menerima status nuklir Pyongyang. "Saya tidak bisa membayangkan sebuah kondisi di mana Amerika dapat menerima Korut  sebagai negara dengan  tenaga nuklir," ujar Mattis.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young Moo menolak gagasan untuk mengerahkan senjata nuklir taktis ke semenanjung tersebut sebagai tanggapan terhadap kemajuan senjata nuklir Korut. Menurut Song, aliansi AS dan Korsel memiliki kemampuan untuk merespons, bahkan jika terjadi serangan nuklir dari Korut.

Ketegangan antara Korut dan Amerika semakin parah sejak serangkaian uji coba nuklir dan rudal oleh Pyongyang. Ketegangan juga meningkat akibat perang mulut antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump.
CIA mengatakan Korut hanya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mengembangkan kemampuan senjata nuklir yang bisa menyerang negara Paman Sam tersebut, sebuah skenario yang akan dicegah Trump. Trump mengancam akan menghancurkan Korut jika perlu.

Ia berangkat dalam lawatan pertamanya sebagai presiden ke Asia minggu depan, termasuk akan berhenti di Korsel untuk bertemu dengan Presiden Moon Jae In. (rp/headlineislam.com)

Fatwa Yang Tidak Tepat Sasaran


Headlineislam.com - Apa yang dilakukan orang yang sedang lapar? Jawabannya pasti makan. Mau makan sate, soto, gule, rendang terserah. Yang penting makan dan kenyang, urusan selesai.

Demikianlah fitrah manusia. Orang lapar, tanpa disuruh makan pasti akan mencari makan. Orang ngantuk pasti akan tidur, tanpa harus ada fatwa tidur.

Hari ini, banyak fatwa yang tidak tepat sasaran. Sebut saja dalam kasus genosida muslim Rohingya. Banyak ustadz yang sok pintar memberikan fatwa hijrah untuk mereka.

Apakah fatwa tersebut salah? Oh tidak, Fatwa tersebut benar adanya. Cuman, fatwa tersebut mubadzir. Tidak tepat sasaran.

Apa gunanya fatwa hijrah untuk muslim Rohingya? Dengan dan tanpa fatwa hijrah-pun, mereka pasti akan hijrah. Karena insting orang yang ketakutan pasti akan lari dan menjauh.

Dari pada berkoar-koar memberikan fatwa hijrah buat muslim Rohingya, mending keluarkan fatwa kepada ulil amri, agar segera mengirim tim penjemput muhajirin.

Atau keluarkan fatwa kepada penguasa, bahwa mereka wajib membuka pintu perbatasan. Agar mereka tidak terlunta-lunta di laut atau perbasan. Itu lebih tepat sasaran.

Apa fungsinya fatwa hijrah untuk Rohingya kalau pintu perbatasan tidak dibuka? Apa kalian mau mereka dibantai di pintu perbatasan? Atau terlunta di laut? Dengkulnya dipake!

Terkadang saya bingung dengan dai karbitan televisi. Mereka sibuk keluarkan fatwa haram jihad tanpa komando ulil amri.

Eh Ustadz, sadar dong...! Yang mau ke sana siapa? Jangan norak deh, kalian kira Rohingya itu dekat? Kalian mau memperkeruh suasana? Biar dikira muslim Indonesia anarkis?

Kalau kalian benar-benar peduli, seharusnya bukan kata-kata seperti itu yang keluar dari lisan kalian. Seharusnya kalian mengeluarkan fatwa kepada ulil amri.

Kalian fatwakan kepada ulil amri, “Pak ulil amri, anda wajib memimpin jihad untuk menyelamatkan muslim Rohingya.” Urusan selelesai.

Karena kalau fatwa tersebut diamini oleh ulil amri, tidaka ada lagi orang yang jihad bid'ah seperti yang selalu kalian katakan selama ini. Sebab, orang-orang berjihad dibelakang ulil amri.

Katanya kalian lebih baik dari NU. Masa kalah sama NU. NU saja bisa keluarkan Resolusi Jihad. Masa kalian yang paling benar sendiri takut mendekte ulil amri?

Ya ustadz... agama itu nasehat, nasehat untuk semua umat Muhammad. Rakyat maupun penguasa. Selain fatwa untuk rakyat, kalian juga harus keluarkan fatwa untuk penguasa.

Apa kalian takut, kalau ulil amri keluarkan komando jihad, terus kalian dikirim kesana? Tenang pak ustadz... kalian tidak akan dikirim ke sana.

Kalian urus saja fiqih ranjang, kalian bahas saja masalah haid dan nifas. Kalian tidak akan dikirim ke sana karena masih banyak ibu-ibu dan janda yang membutuhkan ilmu kalian.

Penulis : Sahlan Ahmad

UNTUK SAHABATKU AL-AKH YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS

(Surat Terbuka Al-Ustad Fathuddin Ja’far Untuk Ustad Yazid Jawaz)

Assalamu’alaikum Warahmatullah.

Ribuan umat Islam hari ini (khususnya dari kalangan NU) berdemo menuntut Pemda Bogor agar Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal yang dibina oleh Al-Akh Yazid Bin Abdul Qadir Jawaz dari kelompok Salafi Rodja ditutup dan dibekukan proses perizinannya.

Sebagaimana video yang beredar, Wali Kota Bogor Bima Arya terlihat menyampaikan kepada para pendemo, demi menjaga kesatuan Ummat maka pemerintah lota Bogor segera memproses pembekuan IMB Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal.

Ini adalah tragedi dan sekaligus berita duka yang sangat perih sehingga setiap kita pantas menangisi dan meratapi diri sendiri.

Biarkan yang sudah terjadi berlalu dan ambil hikmah dan pelajaran berharga darinya, yaitu:

1=> Dari pihak Salafi, wa bil-husus akhil karim Yazid Jawaz hafizhohullah (kita sudah kenal dan bersaudara sejak tahun 1983/1984 kendati manhaj dakwah kita berbeda), sepatutnya mengevaluasi manhaj dan uslub dakwah yang dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan, masyarakat bertindak brutal itu karena manhaj dan asalib dakwah yang antum kembangkan sendiri terlau banyak melukai hati dan pemikiran mereka sejak 15 tahun belakangan.

Sudah berapa banyak ormas/jamaah Islam lokal maupun global yang antum sesatkan? Sudah berapa banyak tokoh dakwah lokal ataupun global yang antum anggap sesat dan ahli neraka tanpa ampun..?!!

Antum wahai ikhwah yang mengklaim Salafiyyun harus bersyukur karena penolakan masyarakat kepada dakwah antum masih dalam batas toleransi dan terkontrol. Coba bayangkan jika semua ormas dan jama’ah Islam yang antum sesatkan itu mengamuk semuanya, mungkin tidak akan ada satu markaz pun atau masjid antum yang terisisa di nusantara ini.

Yang sangat urgent untuk dikoreksi adalah terkait kerjasama anum dengan program de-radikalisasi yang dijalankan BNPT yang jelas-jelas program tersebut di biayai Amerika dan Australia untuk memerangi Islam dan umat Islam dalam skala dunia. Jika antum melihat ada radikalisasi dalam diri umat Islam, dakwahi mereka, ajarkan Islam yang benar pada mereka secara independen tanpa harus bekerjasama dengan asing yang jelas-jelas memusuhi Islam.

Hal lain yang perlu dikoreksi adalah konsep ulil amri yang antum dakwahkan. Antum seakan memaksakan konsep ulil amri yang berbau “murjiah” yang kalau kita telaah tulisan atau fatwa-fatwa ulama besar sepanjang masa semisal Syaikh Bin Baz dll tulisan-tulisan antum sangatlah berbahaya. Antum samakan antara negara yang menjadikan Islam agama resmi dan Qur'an-Sunnah sebagai sumber hukum dengan pemerintah yang menolak Al-Qur'an & As-Sunnah sebagi sumber hukum negara seperti Indonesia dan sebagainya.

Kemudian......, rasa ujub dan sombong antum yang mengatakan bahwa PERSATUAN UMMAT ISLAM adalah sama dengan perkumpulan kebun binatang, ditambah lagi standar ganda yang antum terapkan kepada selain kelompok antum sendiri seperti jika ada yang mengkritik sebagian da'i kelompok antum selalu dikatakan kenapa tidak tabayyun, dst. Padahal hampir semua tuduhan sesat, bid'ah, khawarij, dll yang antum tuduhkan kepada ormas/jamaah Islam lainnya dan tokoh-tokoh mereka tidak ada yang antum lakukan tabayyun dan bahkan banyak di antara mereka yang sudah wafat.

Tidak heran jika ada yang mengatakan bahwa bagi antum dan kelompok antum ini halal segalanya dan haram bagi yang lain. Kunci surga dan neraka seakan ada di tangan antum. Semu umat harus ikut manhaj dan asalib dakwah antum kendati salah dan keliru sehingga seakan tidak ada peluang bagi umat untuk berbeda /khilaf dalam segala hal. Padahal, setiap yang belajar Islam dengan benar pasti tahu bahwa khilafiyah (khususnya dalam perkara furu’ dan perkara-perkara al-mutaghayyirat) sudah ada sejak zaman sahabat Rasulullah.

Oleh sebab itu, sebagai saudara antum fil Islam dan mencintai antum karena Allah, mari kita semua bergandeng tangan dalam berdakwah kepada Allah apalagi di akhir zaman yang penuh fitnah ini.

Mari kita belajar mendengarkan pendapat-pendapat ulama lain yang mungkin berbeda, bedakan hal-hal prinsip dengan yang tidak prinsip, pelajari fiqhud dakwah dan fiqhul aulawiyyar, terapkan prinsip step by step dalam praktek dakwah, al-wala’ wal baro’, tanamkan mahabbah/cinta kepada semua umat yang mengucap dua kalimah syahadah kendati mereka masih tergelincir dalam beberapa mukhalafaat. Pandanglah ummat ini dengan tatapan iba dan kasih sayang, bukan dengan kebencian dan penghinaan. ketahuilah bahwa qunut subuh, tahlilan, maulidan, yasinan, dll bukanlah perkara yang membatalakan Islam. Demikian juga faham Asy’ariyah itu tidaklah separah yang antum dakwakan.

Demi Allah, ana sampaikan ini karena situasi semakin memanas sedangkan ana belum bisa berjumpa dengan antum. Padahal sejak antum keluarkan kata-kata “persatuan kebun hinatang” ana sudah berniat silaturrahmi menemui antum karena banyak sahabat da'i yang panas telinganya mendengarkan ucapan antum yang tidak pantas itu, apalagi seorang USTAD BESAR yang sangat di hormati ditengah pengikut antum.

2=> Bagi saudara-saudaraku dari kalangan NU dan lainnya yang ikut demo hari ini dan sebelumnya, saya hanya bisa katakan: takutlah kepada Allah wahai saudara-saudaraku...

Yang kalian demo atau stop itu bukan bioskop dan bukan pula gereja liar. Tapi masjid mulia. Masjid itu adalah rumah Allah di atas muka bumi ini. Kecuali jika Masjid Dhiror yang didirikan oleh kaum munafikin seperti di Madinah di zaman Nabi, maka wajib kita rubuhkan.

Apakah kita berani mengatakan Masjid Ahmad Bin Hanbal di Bogor itu Masjid Dhiror? Kalau dianggap Masjid Dhiror, berarati para pendirinya adalah kaum munafiqin. Saya yakin kita belum sampai kepada kesimpulan tersebut kendati saudara-saudara kita dari kalangan “Salafi” itu dengan mudah memyimpulkan dan menuduh ormas/jamaah serta para tokoh dan ulama selain kelompok mereka sesat, ahlul bid'ah atau bahkan kafir.

Kita harus jujur dan objektif dalam menghadapi fenomena saudara-saudara Salafi kita ini. Apa salah masjid tersebut? Yang salah katakanlah Al-Akh Yazid Jawas dan para da'i yang bersamanya. Kalau beliau yang salah mari kita ajak beliau berdiskusi dan jelaskan kesalahan-kesalahannya. Kendati untuk berdiskusi terbuka dengan mereka itu terbilang sulit. Kita luruskan pemahaman mereka yang keliru dengan hujjah dan barohin sebagaimana yang dilakukan sebagian da’i-da’i muda kita semisal Ustad Maheer At-Thuwailibi, dll. Betapa banyak saudara kita yang insaf di tangan mereka walhamdulillah. Kecuali yang fanatik buta akan mereka bela mati-matian, right orwrong is my group and my syaikh.

Tidak pantas perselisihan paham dan pemikiran kita dengan kelompok lain seperti kawan-kawan Salafi Rodja ini kita hadapi dengan kekerasan. Mana akhlaq mulia kita dan rasa cinta kita pada saudara kita sesama Muslim? Kendati kemarahan kita sudah sampai ke ubun-ubun.

Sebagai orang yang dilahirkan dan dibesarkan sampai remaja dalam keluarga dan masyarakat NU dan berdasrakan pengalaman beriteraksi, ulama NU itu santun-santun, dan sangat tidak ingin adanya kekerasan, apalagi sesama saudara Muslim..

Demi Allah.. Saya khawatir Allah murka pada kita karena kita merobohkan atau mencekal rumah-Nya di atas bumi ini.

Saya juga khawatir perselisihan ini dimanfaatkan kelompok anti Islam seperti komunis, dll sehingga memperkeruh suasana dan mungkin mereka menargetkan sampai bentrok fisik. Alhamdulillah itu tidak terjadi. Bagaimanapun dengan kondisi sekarang orang kafir dan musuh Islam pasti bersorak sorai.

Walhasil, dakwah Islam dan Umat Islam yang memiliki keyakinan aqidah dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah di negeri ini harus bersatu. Kalau tidak, umat ini tidak akan pernah bangkit apalagi memenangakan pertarungan di akhir zaman yang sangat dahsyat ini.

Satu hal yang harus difahami, musuh kita yang utama dan sebenarnya  bukanlah NU, bukan Muhammadiyah, bukan Salafi, bukan HTI (walaupun sudah dibubarkan), bukan Tarbiyah (Al-Ikhwan Al-Muslimin), bukan Jama’ah Tabligh, bukan PUI, bukan Al-Irsyad, dst. Kita semua adalah BERSAUDARA DALAM ISLAM DAN IMAN. Kita bekerjasama dalam perkara-perkara yang kita sepakati dan kita saling toleransi dalam perkara-perkara yang kita perselisihkan (dalam hal furu’). Saya juga tahu saudara-saudara Salafi alergi dengan kata-kata ini.

Akan tetapi, musuh hakiki kita adalah Yahudi, Nasrani yang memerangi kita, demikian pula Komunis, Sepilis dan siapa saja yang memerangi Islam dan kaum Muslimin kendati dari keluarga kita sendiri.

Kalu kita lalai membangun kekuatan umat dan kesatuannya, apa yang terjadi di negeri Islam lain seperti Suriah, Yaman, Afghanistan, dll tidak mustahil juga akan menimpa kita. Saat itu kita semua akan meratapi diri masing-masing. Semoga Allah lindungi.

Demikian apa yang menjedi keprihatnan saya sekarang ini. Saya tidak inginkan kecuali perbaikan termasuk diri saya sendiri semaksimal yang dpt dilakukan. Tidak ada taufiq bagi kita kecuali dengan Allah..
Hanya kepada-Nya jua kita bertawakkal dan kepada-Nya juga kita akan kembali.

Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

Wassalamu’alaikum watahmatullah..

Akhukum fillah
Fathuddin Ja'far.

Serangan Balik Pejuang Oposisi di Gurun Suriah Tewaskan 30 Milisi Syi'ah Bayaran Iran


Headlineislam.com - Pejuang oposisi Suriah pada hari Selasa (11/7/2017) melancarkan sebuah serangan balik terhadap kelompok milisi Syi'ah asing bayaran Iran yang berafiliasi rezim Assad di wilayah Gurun Suriah untuk mendapatkan kembali kendali wilayah-wilayah yang diduduki sebelumnya oleh pasukan pro-rezim.

Kepala kantor media Jaisy Osoud Al-Sharqiya, Saad al-Haj, mengatakan bahwa pejuang oposisi berhasil menguasai kembali wilayah Omam di Gurun Suriah, menambahkan bahwa dua tank dan buldoser berhasil dihancurkan.

Lebih dari 30 milisi Syi'ah asing bayaran Iran tewas,al-Haj menambahkan.

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Orient Net bahwa pertempuran tersebut saat ini dipusatkan pada poros pedesaan timur Damaskus, Gurun Suriah ke arah Pegunungan Makhoul dan desa timur Suweida di poros al-Zalf dan daerah Rajm al-Baqar Dan Ashihab.

Milisi Syi'ah melancarkan sebuah kampanye militer di Gurun Suriah pada hari Senin, mengambil keuntungan dari kesepakatan gencatan senjata di bagian selatan negara tersebut. Mereka mengambil alih sejumlah wilayah di Suweida timur dan daerah pedesaan timur Damaskus.

Al-Haj melaporkan bahwa pesawat tempur Rusia pada hari Senin meluncurkan lebih dari 80 serangan udara di daerah bentrokan, menyusul kebijakan bumi yang hangus.

Milisi Syi'ah yang dipimpin Iran merebut wilayah yang luas dari Gurun Suriah dalam beberapa pekan terakhir.

Media Iran baru-baru ini menerbitkan gambar yang menunjukkan kedatangan pemimpin Garda Revolusi Syi'ah Iran Jenderal Qassem Soleimani ke daerah di sisi timur segitiga al-Tenaf. Gambar-gambar menunjukkan Soleimani dengan sejumlah tentara bayaran Syi'ah Afghanistan di dekat perbatasan Suriah-Irak. Sumber: Voa Islam (vic/headlineislam.com)

Perppu Pembubaran Ormas Mengancam Banser NU


Headlineislam.com - 1|. Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media, Pemerintah melalui menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan, pada Rabu 10 Juli 2017 telah mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (*”Perppu”*) nomor 2 tahun 2017 tentang Perubahan undang undang nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

2|. Salah satu hal yang paling krusial pengaturan dalam Perppu adalah penghapusan ketentuan tatacara pemberian sanksi sampai dengan prosedur pencabutan status badan hukum (pembubaran), yang sebelumnya harus melalui permohonan dan berdasarkan kekuatan putusan pengadilan. (Penghapusan ketentuan pasal 63 s/d pasal 80).

3|. Bahkan, ditegaskan melalui ketentuan pasal 80A Perppu, pencabutan status badan hukum ormas sekaligus dapat dinyatakan bubar berdasarkan Perppu.

4|. Dalam konteks peralihan, ketentuan pasal 83A menyatakan UU nomor 17 tahun 2013 dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan Perppu.

5|. Dalam Ketentuan pasal 59 ayat 3 d menyebutkan:

_”Ormas dilarang melakukan kegiatan yang menjadi tugas dan penegak hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan”._

6|. Dalam konteks ini, Ormas Islam Banser NU diketahui secara luas oleh publik sering melakukan tindakan pembubaran kegiatan masyarakat, baik berupa pengajian yang dilakukan Ustadz atau mubalihg seperti yang paling mashur terjadi pada ust. Felix Shiau dan Ust. Khalid Basalamah, maupun pembubaran berbagai kegiatan organisasi kemasyarakatan sebagaimana dialami ormas HTI yang membuat agenda Masyiroh Panji Rasulullah (mapara) beberapa waktu yang lalu di berbagai daerah.

7|. Banser NU beralasan bahwa tindakan itu dilakukan dalam rangka menjaga NKRI, Pancasila dan UUD 45 dari rongrongan dan ancaman perpecahan.

8|. Meskipun demikian, tindakan Banser NU ini telah mengambil alih tugas aparat penegak hukum selaku pihak yang berkewajiban menjaga ketertiban dan keamanan masyarkat, sekaligus berwenang membubarkan kegiatan masyarakat.


9|. Oleh karenanya Banser NU telah melanggar ketentuan pasal 59 ayat 3 d, dan bisa diambil tindakan.

10|. Dengan adanya pelanggaran tersebut, terlebih setelah adanya wewenang pembubaran ormas secara sepihak oleh Pemerintah tanpa proses pengadilan, dikhawatirkan Perpu akan menyasar pada Banser NU *DAN BANSER NU MENJADI TUMBAL ATAS OTORITARIANISME PENGUASA DENGAN SARANA PERPU INI.*

11|. Memang benar saat ini Banser NU sedang mesra dengan penguasa, namun siapa yang bisa menjamin hubungan mesra ini langgeng ? Jika suatu saat kepentingan politik penguasa menghendaki mendepak Banser NU maka serta merta penguasa dapat langsung membubarkan Banser NU tanpa melalui proses pengadilan.

12|. Jika dibubarkan sepihak dan tidak melalui pengadilan, bagaimana Banser NU bisa membela diri dihadapan hukum dan menjelaskan tindakan yang dilakukan dalam rangka menjaga Pancasila dan NKRI?

13|. Inilah ! Bahaya Perppu pembubaran ormas bagi Banser NU. Oleh karenanya ayo bersama-sama melindungi Banser NU dan ormas-ormas lainnya dari kediktatoran penguasa menggunakan sarana Perppu ini. Sumber: Muslimina (mb/headlineislam.com)

Oleh : Nasrudin Joha

Hanya Ada di Rezim Jokowi! Rohis Diawasi, LGBT Dilindungi


Headlineislam.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, harusnya Kementerian Agama melindungi Rohis dan mengawasi LGBT yang merusak moralitas bangsa, bukannya malah menghimbau mengawasi Rohis dan terkesan melindungi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT)

Pernyataan Menag Lukman Hakim Saifuddin yang akan mengawasi Rohis dan meminta tidak mengucilkan LGBT terkesan memberikan perlindungan terhadap LGBT. Ini sangat berbahaya dalam perkembangan generasi muda untuk membangun organisasi.

“Statement itu (Menag) bernuansa stigma. Stigma seperti itu saya rasa berbahaya sekali dan tidak elok,” ungkap Dahnil kepada Harian Terbit, Rabu (12/7/2017).

Dahnil menilai, penyataan Menag tidak tepat karena bisa menyebabkan pelajar enggan untuk beraktivitas dan berorganisasi melalui Rohis. Apalagi pernyataan tersebut hanya didasari oleh penelitian yang masih debatable yang validasi dan kebenarannya bisa dikoreksi.

Faktanya selama ini, lanjut Dahnil, Rohis telah memberikan kontribusi besar dalam merawat dan membina akhlak pelajar-pelajar di Indonesia. Tidak jarang diantara lulusan Rohis berhasil meraih prestasi yang membanggakan.

“Jadi, bagi saya, pernyataan Menag tersebut sangat tidak elok dan justru menyudutkan gerakan pelajar Islam melalui Rohis yang selama ini menjadi persemaian merawat akhlak dan gerakan Islam di Indonesia,” jelasnya.

Walaupun pernyataan Menag telah menyudutkan remaja muslim, sambung Dahnil, pihaknya tetap akan melakukan dialog atau tabayun kepada Menag. Sehingga hal-hal yang miskomunikasi bisa diketahui lebih lanjut.

“Kita tabayun ke Menteri Agama, apa yang dia maksud,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Front Mahasiswa Islam (FMI) Habib Ali Alatas mengatakan, adanya abdi negara yang menyudutkan umat Islam karena telah terjangkiti penyakit Islamophobia. Ironisnya penyakit tersebut terjadi di negara yang penduduknya mayoritas muslim terbesar di dunia. Padahal, Indonesia adalah negara Pancasila yang menjunjung tinggi agama, yang ditekankan kembali dalam pasal 29 ayat 1 UUD 1945, bahwa negara ini berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

Menurut Ali, penyataan Menag yang akan mengawasi yang berbau Islam, sementara yang melanggar Islam justru dibebaskan bahkan dilindungi seperti LGBT, maka hal tersebut menunjukan bahwa tidak ada keahlian yang dimiliki Lukman Hakim Saifuddin dalam memimpin Kemenag.

“Itulah akibatnya ketika suatu urusan bukan diserahkan kepada yang ahlinya,” tandasnya.

Terpisah, Jubir FPI Ustadz Slamet Maarif mengatakan, sebagai omas yang melindungi umat Islam maka pihaknya akan memperkuat majelis taklim yang menjadi binaan FPI. Hal ini dilakukan karena dunia telah terbalik.. Buktinya pemerintah mencurigai dan mengawasi yang baik-baik sementara kejahatan dan penyimpangan seksual dibiarkan bahkan terkesan dilindungi.

“Kemenag seharusnya menjadikan rohis sebagai kegiatan eksul utama di sekolah dan di kampus – kampus untuk pembentengan aqidah dan pembentukan karakter bangsa sesuai ajaran islam,” tandasnya. Sumber : Arrahmah (ar/headlineislam.com)